Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bikin 20 Tembakan, Persebaya Malah Ditahan PSS 2-2 di GBT

Kota Surabaya
3 min read
Bikin 20 Tembakan, Persebaya Malah Ditahan PSS 2-2 di GBT
Striker Persebaya, Alex Martins berhadapan dengan kiper PSS Sleman. Instagram @officialpersebaya.
  • Persebaya Surabaya ditahan PSS Sleman 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, meski mencatat sekitar 20 tembakan dan 12 sepak pojok.

  • Miguel Pereira mencetak dua gol Persebaya, sementara PSS membalas lewat Melvyn Lorenzen dan Hiromu Tanaka dari dua tembakan ke arah gawang.

  • Pelatih Bernardo Tavares menyoroti kesalahan pertahanan, penyelesaian akhir, serta keterbatasan skuad akibat cedera; ia juga menyampaikan belasungkawa bagi suporter PSS yang meninggal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Dominasi tak selalu berujung kemenangan. Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin setelah ditahan PSS Sleman 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026). Ironisnya, Green Force melepaskan sekitar 20 tembakan, sedangkan tim tamu hanya dua kali menembak ke arah gawang dan sukses mencetak dua gol.

Hasil ini membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, frustrasi. Menurut dia, skuad Bajol Ijo sudah berjuang keras dan menciptakan banyak peluang, tetapi kesalahan di lini pertahanan membuat kemenangan yang berada dalam jangkauan justru melayang.

Dua gol Persebaya diborong Miguel Pereira melalui tandukan kepala. Sementara itu, PSS lewat Melvyn Lorenzen dan Hiromu Tanaka untuk memastikan laga berakhir imbang.

“Ini pertandingan ketika kami terus mencoba, mencoba, dan mencoba. Kami memiliki sekitar 20 tembakan, sedangkan lawan hanya dua tembakan dan dua gol,” ujar Tavares seusai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menilai dukungan luar biasa Bonek dan Bonita serta kerja keras para pemain pantas berbuah tiga poin. Namun, sepak bola kembali menunjukkan bahwa dominasi permainan tidak otomatis menjamin kemenangan.

“Hari ini saya frustrasi karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin. Para pemain juga layak mendapatkan tiga poin, tetapi sayangnya kami tidak berhasil meraihnya,” katanya.

Statistik pertandingan menjadi gambaran betapa Persebaya kesulitan mengubah dominasi menjadi kemenangan. Selain unggul dalam jumlah tembakan, tuan rumah juga mencatatkan 12 sepak pojok, berbanding tiga milik PSS.

Sebaliknya, efektivitas tim tamu menjadi pembeda. PSS mampu memaksimalkan peluang yang didapat, sementara Persebaya harus menghadapi kenyataan bahwa sejumlah upaya mereka gagal berbuah gol tambahan.

Tavares mengakui timnya melakukan kesalahan dalam menjaga keseimbangan pertahanan. Pelanggaran yang berujung gol pertama PSS menjadi salah satu hal yang disorotnya. Ia juga menilai pemain memberikan terlalu banyak ruang kepada lawan untuk melepaskan tembakan.

“Kesalahan pertama terjadi dari pelanggaran yang menghasilkan gol. Kesalahan kedua adalah kami memberikan terlalu banyak ruang di antara lini dan membiarkan mereka menembak,” jelasnya.

Tavares bilang, Persebaya sebenarnya mampu membangun serangan dari berbagai sisi dan menciptakan peluang di area berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta blok pemain lawan membuat peluang-peluang tersebut tidak semuanya berbuah gol.

Persoalan lain yang membayangi Persebaya adalah kondisi skuad. Tavares mengungkapkan sejumlah pemain mengalami cedera atau belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Pergantian pemain pun harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi mereka.

“Kami tidak memiliki skuad penuh. Banyak pemain cedera atau kondisinya terbatas. Kami perlu memeriksa kondisi mereka bersama tim medis dan melihat siapa yang paling siap untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Hasil imbang ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya. Dominasi serangan dan banyaknya peluang perlu diimbangi konsentrasi di lini belakang agar kesalahan kecil tidak kembali menghukum tim.

Di tengah kekecewaan atas hasil pertandingan, Tavares tetap mengapresiasi sikap para pemain yang dinilainya telah berusaha maksimal. Ia berharap evaluasi segera dilakukan sebelum Persebaya melakoni pertandingan tandang berikutnya.

Dalam kesempatan ini, Tavares juga menyampaikan belasungkawa kepada suporter PSS Sleman yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyaksikan pertandingan. Ia menyampaikan simpati kepada keluarga korban atas nama pribadi dan tim Persebaya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More