Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Oktober Neraka Persebaya, 5 Laga dalam 22 Hari

Kota Surabaya
3 min read
Oktober Neraka Persebaya, 5 Laga dalam 22 Hari
Persebaya Surabaya kembali menginjak rumput Lapangan ABC, Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (29/9/2026) sore. Dok. Media Persebaya.
  • Persebaya Surabaya menghadapi lima pertandingan dalam 22 hari sepanjang Oktober 2026, dimulai melawan Isenmulang Kalteng FC di Lampung dan ditutup menjamu Persijap Jepara.

  • Jadwal mencakup laga kandang kontra PSS Sleman, Madura United, dan Persijap, serta tandang ke PSM Makassar, sehingga pengelolaan tenaga dan recovery menjadi krusial.

  • Kapten Francisco Rivera menekankan persiapan fisik serta taktik, fokus bertahap pada setiap laga, dan menyatakan kondisinya membaik selama pemulihan bersama tim medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Oktober bakal menjadi ujian stamina bagi Persebaya Surabaya. Lima pertandingan menanti Green Force dalam rentang 22 hari, mulai dari lawatan ke Lampung hingga duel penutup bulan melawan Persijap Jepara. Di tengah jadwal yang rapat, menjaga kebugaran dan memaksimalkan recovery menjadi modal penting agar Bajol Ijo tak kehabisan bensin.

Kapten Persebaya, Francisco Rivera menyadari padatnya agenda, bakal menguras tenaga dirinya dan seluruh rekan setim. Pemain asal Meksiko itu pun menegaskan pentingnya mempersiapkan kondisi fisik sebaik mungkin demi menjaga performa tim sepanjang Oktober.

“Oktober nanti jadwal kami cukup padat dengan lima pertandingan. Karena itu, saya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya dalam laman resmi klub.

Persebaya akan kembali beraksi setelah jeda kompetisi karena agenda FIFA Matchday. Isenmulang Kalteng FC menjadi lawan pertama yang harus dihadapi di Lampung pada Jumat (9/10/2026). Setelah itu, Green Force langsung memasuki rangkaian pertandingan dengan jeda yang relatif singkat.

Bajol Ijo dijadwalkan menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (18/10/2026). Empat hari berselang, mereka bertandang ke markas PSM Makassar, Kamis (22/10/2026). Persebaya kemudian kembali ke GBT untuk menghadapi Madura United pada Senin (26/10/2026), sebelum menutup agenda Oktober dengan menjamu Persijap Jepara, Jumat (30/10/2026).

Lima laga tersebut membuat Persebaya harus cermat mengelola tenaga. Pemain tak hanya dituntut tampil maksimal selama 90 menit, tetapi juga memulihkan kondisi sebelum kembali menjalani latihan dan bersiap menghadapi lawan berikutnya.

Rivera menilai recovery menjadi bagian penting untuk menjaga kesiapan tim. Padatnya jadwal tidak boleh membuat kondisi fisik pemain merosot ketika memasuki pertandingan berikutnya.

“Dengan jadwal lima pertandingan di Oktober, kami harus bisa menjaga kondisi dan melakukan recovery dengan baik agar siap menghadapi setiap pertandingan,” kata pemain berusia 32 tahun ini.

Selain mengembalikan kebugaran, Persebaya juga harus menjaga kesiapan taktik. Waktu persiapan yang terbatas menuntut tim pelatih dan pemain memanfaatkan setiap sesi latihan secara efektif. Rivera menyebut persiapan fisik menjadi salah satu fokus tim setelah kembali berlatih.

“Kami harus mempersiapkan diri dari sisi fisik maupun taktik. Hari ini fokus kami lebih banyak pada aspek fisik,” terangnya.

Meski jadwal padat sudah membayangi, Rivera tak ingin Persebaya kehilangan fokus karena terlalu memikirkan seluruh pertandingan sekaligus. Baginya, setiap laga harus dijalani secara bertahap dengan konsentrasi penuh demi menjaga peluang meraih hasil maksimal.

“Fokus kami adalah satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan berusaha memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

Di tengah persiapan menghadapi bulan sibuk, Rivera juga memberikan kabar mengenai kondisi pribadinya setelah menjalani pemulihan. Ia menyebut perkembangannya semakin positif dan terus dipantau bersama tim medis Persebaya.

“Saya merasa kondisi saya semakin baik. Kami terus bekerja keras bersama tim medis agar proses pemulihan bisa berjalan secepat mungkin,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More