Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kampung Esports hingga Sekolah, Cara Cetak Bibit Atlet Muda

Kota Surabaya
2 min read
Kampung Esports hingga Sekolah, Cara Cetak Bibit Atlet Muda
Konferensi pers INFINIX x MPL ID S18 di Jatim Expo Surabaya, Minggu (8/11/2026). IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Infinix menjalankan Kampung Esports di Manado serta bekerja sama dengan SMA menghadirkan sekolah esports dan laboratorium gaming untuk mendukung lahirnya talenta muda.

  • Perusahaan menilai kompetisi penting bagi calon atlet esports untuk mengasah kemampuan dan mengukur kualitas permainan, serta berencana membuka Kampung Esports baru tanpa mengungkap lokasinya.

  • Di MPL ID S18 Surabaya, Infinix memperkuat strategi ekosistem esports melalui perangkat gaming dan AI, sementara angka penjualan serta target program pembinaan belum dipublikasikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Menjadi atlet esports tak cukup hanya jago bermain game. Talenta muda juga membutuhkan ruang berlatih, fasilitas pendukung, hingga kompetisi untuk menguji kemampuan. Persoalan inilah yang mulai dilirik Infinix melalui sejumlah program pembinaan esports, mulai dari Kampung Esports hingga laboratorium gaming di sekolah.

Marketing Director Infinix South East Asia, Sergio Ticoalu mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam industri esports tidak sebatas memasarkan smartphone gaming. Infinix mengaku ingin ikut membangun ekosistem yang dapat membuka jalan bagi munculnya talenta-talenta baru.

Salah satu program yang pernah dijalankan adalah Kampung Esports di Kota Manado. Infinix juga mengembangkan kerja sama dengan sejumlah sekolah menengah atas (SMA) untuk menghadirkan sekolah esports dan laboratorium gaming.

"Kita bukan cuma hanya menjual produk kita, tapi bagaimana kita berkontribusi terhadap industri esports yang ada di Indonesia. Saya bisa flashback beberapa tahun kemarin kita membuat Kampung Esports pertama di Kota Manado," ujar Sergio dalam konferensi pers INFINIX x MPL ID S18 di Jatim Expo Surabaya, Minggu (8/11/2026).

Sergio menyebut perusahaan berencana menghadirkan Kampung Esports berikutnya. Namun, ia belum mengungkap daerah yang akan menjadi lokasi program tersebut.

Menurutnya, kompetisi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan pemain muda. Ajang pertandingan dinilai bisa menjadi ruang bagi calon atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kualitas permainan mereka.

"Kalau kita mau cari talenta-talenta esports, kompetisi itulah salah satu untuk mengasah mereka. Lebih banyak kompetisi, lebih banyak mereka bisa terasah," katanya.

Selain program pembinaan, Infinix mengandalkan pengembangan perangkat untuk menunjang kebutuhan mobile gamer. Perusahaan membawa smartphone seri GT, GT NX Controller, dan GT NX Station yang diklaim dapat memberikan pengalaman bermain lebih lengkap.

Infinix juga menyinggung pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), termasuk melalui teknologi AI VOLEXY. Sergio menyebut pengembangan teknologi tersebut akan terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan gamer Indonesia. Namun, ia belum merinci bentuk penerapan AI tersebut dalam pembinaan maupun kompetisi esports.

Keterlibatan Infinix di MPL ID S18 Surabaya menjadi salah satu bagian dari strategi perusahaan masuk lebih jauh ke ekosistem esports. Sergio mengatakan Surabaya dan Jawa Timur merupakan pasar terbesar Infinix di Indonesia. Ia juga mengklaim penjualan produknya di Surabaya selama rangkaian MPL menunjukkan hasil positif.

Meski demikian, perusahaan belum mengungkap angka kontribusi penjualan maupun target konkret dari program pembinaan esports yang dijalankan. Keberlanjutan Kampung Esports, sekolah esports, dan laboratorium gaming akan menjadi hal penting untuk melihat sejauh mana dukungan tersebut berdampak bagi komunitas dan calon atlet.

    Related Articles

    See More