Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Laga Kebobolan 6 Gol di Liga, Lini Pertahanan Arema FC Rapuh

Kab. Malang
4 min read
3 Laga Kebobolan 6 Gol di Liga, Lini Pertahanan Arema FC Rapuh
Laga Madura United menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan. (Dok. Media Officer Arema FC)
  • Arema FC kalah 0-3 dari Madura United pada pekan kesembilan Super League 2026/2027, dengan gol Mendoca, Dimitar Mitkov, dan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.

  • Pelatih interim Andre Caldas menilai konsentrasi dan mental pemain runtuh setelah kebobolan, terutama pada akhir babak, meski strategi lima bek sempat efektif selama 40 menit.

  • Dari empat laga bersama Caldas, Arema mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan besar; jeda dua minggu akan dimanfaatkan untuk istirahat serta memperkuat mental tim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Arema FC harus kembali merasakan kekalahan menyakitkan di lanjutkan pekan ke-9 Super League 2026/2027, Singo Edan kalah 0-3 dari tuan rumah Madura United. Tiga gol Madura United dicetak Mendoca, Dimitar Mitkov, dan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.

  1. 1. Pelatih Arema FC menilai pemainan timnya menurun di babak kedua

    Potret Andre Caldas yang menjabat sebagai pelatih interim Arema FC dalam dokumentasi untuk pemberitaan sepak bola.
    Pelatih Interim Arema FC, Andre Caldas. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Pelatih Interim Arema FC, Andre Caldas mengungkapkan jika iansidah tahu laga ini akan berjalan sulit untuk timnya karena Madura United merupakan salah satu penantang juara musim ini. Oleh karena itu ia menyiapkan strategi khusus dengan bermain lebih kompak dalam bertahan dan berupaya menghindari kebobolan. Selain itu, Andre juga memasang 5 bek sekaligus untuk meredam serangan-serangan Laskar Sappe Kerrap.

    Andre mengakui strategi ini berjalan cukup baik selama 40 menit. Tapi mereka kecolongan di penghujung babak pertama lewat permainan apik Mendoca melalui skema set piece. Padahal, Andre telah mengingatkan anak-anak asuhannya dalam latihan agar mewaspadai pemain asal Brasil ini.

    "Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Namun, para pemain juga harus memiliki kesiapan mental dan rasa tanggung jawab yang sama. Kejadian kebobolan beruntun di pengujung babak pertama ini sudah terjadi untuk ketiga kalinya, di mana fokus tim langsung hilang begitu saja setelah kemasukan satu gol. Para pemain seolah melupakan bahwa pertandingan masih berjalan dan waktu untuk membalas masih ada," terangnya pada Sabtu (7/11/2026).

    Di babak kedua, Andre membuat keputusan untuk mulai bermain terbuka karena harus mengejar ketertinggalan 2 gol. Tapi lagi-lagi mereka kehilangan fokus di menit-menit akhir, Frietas justru memperlebar jarak lewat gol di menit 95. "Sekali lagi, ini bukan sebuah alibi, saya memikul tanggung jawab penuh atas hasil negatif ini. Ke depan, saya akan mengevaluasi mentalitas para pemain agar mereka sadar bahwa mereka juga memikul tanggung jawab besar di tim ini," sambungnya.

  2. 2. Sejak dilatih Amdre Caldas, Arema FC selalu kalah dengan selisih gol besar

    Para pemain Madura United dan Arema FC bertanding dalam laga sepak bola di Stadion Gelora Ratu Pamelingan.
    Laga Madura United menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan. (Dok. Media Officer Arema FC)

    Andre Caldas telah memimpin 4 pertandingan Arema FC diantaranya 3 laga di Super League dan 1 laga di I.League Cup. Dari 4 laga ini, 2 laga berakhir dengan kekalahan besar diantaranya kalah 1-3 dari Bali United dan kali ini juga kalah dengan kebobolan 3 kali dari Madura United. Ini menunjukkan jika ada masalah serius di lini pertahanan Singo Edan.

    "Dari 4 pertandingan kita menang 2 kali juga, Menang 4-0 (dari Dewa United) dan 4-0 (dari Rans Nusantara FC). Jadi, kita tentu meraih hasil positif di laga-laga tersebut. Namun di sisi lain, kita kebobolan 4 gol dan hanya mencetak 1 gol, dan itu tentu tidak bagus. ​Saya rasa kita tidak boleh berhenti mencari solusi, dan itulah yang sedang saya lakukan, mengubah komposisi pemain, mengubah sistem, dan mengerahkan segala kemampuan demi mencari solusi tersebut," jelasnya.

    Andre melihat jika setiap kali timnya kebobolan lebij dulu, timnya terlihat panik dan terburu-buru dalam mengambil keputusan, justru ini dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol kedua dan ketiga. Ia menyesalkan konsentrasi mereka kerap kali buyar setelah gol pertama, para pemain kemudian seperti terputus dari permainan.

    "Waktu bermain masih ada, kita harus tetap bermain kompak dan kembali berjuang. Kita tidak boleh langsung berpikir semuanya sudah hancur hanya karena kebobolan 1 gol, seolah kita kehilangan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Kita harus bangkit, tetapi ketika kita langsung kebobolan 2 gol seperti itu, keadaannya menjadi sangat sulit," ujarnya.

  3. 3. Andre Caldas manfaat jeda pertandingan untuk memperkuat mental pemain

    Gustavo Franca dari Arema FC berupaya melepaskan tendangan ke gawang Madura United namun gagal mencetak gol.
    Gustavo Franca saat gagal mencetak gol ke gawang Madura United. (Dok. Media Officer Arema FC)

    Setelah laga ini, Arema FC memiliki jeda 2 minggu sebelum menghadapi PSS Sleman pada Jumat (20/11/2026). Hal pertama yang akan dilakukan Andre adalah meliburkan tim lebih dulu agar para pemain bisa beristirahat usai jadwal yang padat. Kemudian ia akan memperkuat mental pemain saat mulai menggelar latihan di Malang.

    "Salah satu kunci untuk memulihkan kekuatan mental adalah dengan beristirahat, kita harus beristirahat dan memberikan waktu libur. Mereka perlu merenungkan apa yang sedang terjadi dan mengambil tanggung jawab. Ketika mereka kembali nanti, mereka harus bangkit dengan kuat. Sepak bola adalah olahraga yang menuntut fisik yang prima, tetapi juga mental yang kuat," pungkasnya.

Related Articles

See More