Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

"Hentikan Pembakaran Hutan”, Pesan Bonek di Tengah Laga Persebaya

Kota Surabaya
2 min read
"Hentikan Pembakaran Hutan”, Pesan Bonek di Tengah Laga Persebaya
Spanduk peduli karhutla di laga Persebaya Vs PSS di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Bonek dan Bonita membentangkan spanduk lingkungan saat Persebaya menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, menyerukan penghentian pembakaran hutan dan lahan.

  • Pesan seperti “Save Kalimantan” dan “All Eyes on Karhutla” menyoroti ancaman kebakaran hutan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta ekosistem.

  • Laga Persebaya kontra PSS Sleman berakhir imbang 2-2, sementara suporter memanfaatkan pertandingan untuk mengingatkan pentingnya perlindungan hutan Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tak hanya menjadi panggung perjuangan Persebaya Surabaya saat menjamu PSS Sleman, Minggu (18/10/2026). Di antara riuh nyanyian dan dukungan untuk Green Force, Bonek dan Bonita menyelipkan pesan lain yang tak kalah penting. Menyelamatkan hutan Indonesia dari kebakaran.

Sejumlah spanduk bertema lingkungan dibentangkan di tribun stadion. Pesannya tegas, bahkan menyentil: “Save Kalimantan”, “Hentikan Pembakaran Hutan dan Lahan”, “Merusak Bumi = Membunuh Manusia #SaveHutanIndonesia”, hingga “Terbakar/Dibakar All Eyes on Karhutla”.

Lewat spanduk-spanduk itu, Bonek dan Bonita menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sepak bola tidak harus berhenti pada dukungan kepada tim kebanggaan. Momentum pertandingan juga bisa menjadi ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap persoalan yang lebih luas, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam lingkungan serta kehidupan masyarakat.

Di tengah atmosfer panas pertandingan, pesan penyelamatan hutan tersebut menjadi pengingat bahwa ada persoalan lain yang membutuhkan perhatian bersama. Jika di lapangan Persebaya berjuang mengejar kemenangan, di luar lapangan para suporter mengingatkan pentingnya menjaga bumi agar tidak terus menjadi korban pembakaran.

Salah satu pesan paling mencolok berbunyi, “Merusak Bumi = Membunuh Manusia”. Kalimat itu menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukan sekadar soal hilangnya pepohonan atau menyusutnya kawasan hutan. Dampaknya dapat menjalar ke kehidupan manusia, mulai dari ancaman kesehatan akibat asap hingga rusaknya ekosistem yang menopang kehidupan.

Sementara itu, tulisan “Save Kalimantan” dan “All Eyes on Karhutla” menjadi seruan agar perhatian publik tidak teralihkan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pencegahan dan perlindungan lingkungan membutuhkan kepedulian serta tindakan nyata dari berbagai pihak.

Laga Persebaya kontra PSS sendiri berakhir imbang 2-2. Hasil di papan skor membuat kedua tim harus berbagi poin, tetapi pesan yang dibentangkan di tribun membawa isu yang melampaui hasil pertandingan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More