Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lawan PSS, Tavares Sebut Riko Bisa Jadi Mimpi Buruk Persebaya

Kota Surabaya
5 min read
Lawan PSS, Tavares Sebut Riko Bisa Jadi Mimpi Buruk Persebaya
Riko Simanjuntak akan jadi andalan PS Sleman membongkar pertahanan Persiba. (Dok. Facebook PSS)
  • Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mewaspadai Riko Simanjuntak, Tanaka, Tocantins, dan penyerang tinggi PSS Sleman jelang laga Super League di Stadion Gelora Bung Tomo.

  • Persebaya diminta disiplin menutup umpan silang, mengatur kedalaman pertahanan, dan menjaga jarak antarpemain untuk meredam variasi serangan PSS yang baru menang 3-0 atas PSM.

  • Pemprov Jawa Timur mengurangi kawasan kumuh 1.619,47 hektare pada 2024–2025 melalui Permata Jatim dan Sikawanku, dengan penanganan terintegrasi berbasis data.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya tak boleh hanya terpaku pada striker jangkung dan mesin gol asing PSS Sleman. Ada satu nama yang ikut masuk radar pelatih Bernardo Tavares menjelang duel panas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10/2026). Riko Simanjuntak.

Winger berpengalaman itu menjadi salah satu pemain yang diwaspadai Tavares saat Persebaya menjamu PSS dalam lanjutan pekan kelima Super League 2026/2027. Pengalaman Riko di kompetisi sepak bola Indonesia dinilai bisa menjadi senjata tambahan bagi Super Elja untuk membongkar pertahanan Green Force.

Peringatan Tavares bukan tanpa alasan. PSS datang ke Surabaya dengan kepercayaan diri tinggi setelah melibas PSM Makassar 3-0 pada pertandingan sebelumnya. Hiromu Tanaka memborong dua gol, sedangkan Matheus Fornazari menyumbang satu gol.

Kemenangan itu menjadi sinyal bahwa PSS punya banyak opsi untuk melukai lawan. Tavares melihat, ancaman Elang Jawa bukan hanya soal ketajaman pemain asing, tetapi juga pengalaman pemain lokal yang sudah memahami kerasnya persaingan liga.

“Jangan lupakan Riko Simanjuntak yang berpengalaman dan sudah sangat mengenal kompetisi Super League. Sementara itu, lini pertahanan mereka diperkuat sejumlah pemain asing dan pemain lokal berpengalaman,” ujarnya.

Riko bukan satu-satunya pemain yang masuk hitungan pelatih asal Portugal tersebut. Tavares juga menyoroti Gustavo Tocantins dan Tanaka, yang baru saja mencetak dua gol saat menghadapi PSM. Di lini depan, PSS memiliki pemain dengan postur menjulang, termasuk Matheus Fornazari yang memiliki tinggi lebih dari dua meter.

“Mereka memiliki sejumlah pemain bertubuh tinggi, termasuk penyerang dengan tinggi lebih dari dua meter. Ada juga pemain yang bisa bermain sebagai winger, penyerang lubang, maupun penyerang tengah, dengan tinggi sekitar 190 sentimeter. Selain itu, mereka memiliki Tocantins dan pemain asal Jepang, Tanaka, yang mencetak dua gol pada pertandingan terakhir,” ungkapnya.

Komposisi tersebut membuat Persebaya harus menyiapkan antisipasi berlapis. Jika terlalu fokus menghadang bola-bola atas, Green Force berisiko memberi ruang bagi pemain cepat. Sebaliknya, ketika pertahanan terlalu dalam, PSS bisa memanfaatkan ruang untuk membangun serangan.

Tavares menegaskan, Persebaya harus disiplin menutup jalur umpan silang sekaligus menjaga kedalaman dan jarak antarpemain. Tujuannya, mencegah pemain PSS menerima bola di area berbahaya atau memanfaatkan celah di belakang barisan pertahanan.

“Jika mereka mengandalkan pemain-pemain bertubuh tinggi di lini depan, kami harus berusaha mencegah umpan silang masuk ke area berbahaya. Jika mereka mengandalkan pemain yang memiliki kecepatan, kami harus mampu mengontrol kedalaman pertahanan dan menjaga jarak antarpemain agar tidak memberikan ruang bagi lawan,” jelasnya.

Laga kandang ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan tren positif setelah menang 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Lampung. Dukungan Bonek dan Bonita di GBT diharapkan menjadi suntikan energi bagi Green Force untuk mengamankan hasil maksimal.

Namun, menghadapi PSS yang baru saja menang besar, Persebaya dituntut tampil penuh konsentrasi. Riko Simanjuntak dan sederet pemain berbahaya Elang Jawa menjadi ujian bagi kesiapan taktik Tavares. Green Force harus memastikan setiap celah tertutup jika tak ingin pesta kemenangan di GBT berubah menjadi milik tim tamu.

“Dengan komposisi tersebut, mereka bisa bermain dengan pendekatan yang berbeda-beda. Karena itu, kami harus mempersiapkan diri dengan baik,” pungkas Tavares.

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus mengurangi luas kawasan permukiman kumuh hingga 1.619,47 hektare sepanjang 2024–2025. Dari semula mencapai 8.117,23 hektare, luas kawasan kumuh di Jatim kini tersisa 6.497,76 hektare setelah penanganan selama dua tahun.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penanganan kawasan kumuh membutuhkan intervensi yang terintegrasi, berbasis data, serta melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan. Sebab, persoalan permukiman kumuh tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki kondisi fisik bangunan.

“Permasalahan ini menuntut intervensi yang terintegrasi, berbasis data, dan dikerjakan melalui sinergi lintas level pemerintahan,” ujarnya.

Berdasarkan data penetapan pada 2024, kawasan kumuh di Jatim mencapai 8.117,23 hektare yang tersebar di 892 kawasan pada 4.861 desa dan kelurahan. Sepanjang 2024, luas kawasan kumuh berkurang 1.004,37 hektare, kemudian kembali menyusut 615,10 hektare pada 2025.

Pengurangan ini dilakukan melalui Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim). Program ini dipadukan dengan Sistem Informasi Kawasan Kumuh untuk membantu pemerintah menentukan lokasi prioritas dan jenis intervensi yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

“Ini sekadar pengalaman kami, kami membangun Permata Jatim dengan tujuan mengintervensi permukiman yang terpadu dan terintegrasi di Jawa Timur,” katanya.

Khofifah menjelaskan, Permata Jatim tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik. Penanganan diawali dengan diagnosis kondisi kawasan agar perbaikan yang dilakukan sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Intervensi program mencakup tujuh aspek kekumuhan, yakni kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, persampahan, serta proteksi kebakaran.

“Setiap kawasan ditangani sebagai satu unit transformasi, bukan sekadar kumpulan paket pekerjaan,” tegasnya.

Pada 2025, Permata Jatim diterapkan di dua kawasan dengan total luas 21,89 hektare, yakni Desa Kepuhanyar di Kabupaten Mojokerto dan Kelurahan Bendomungal di Kabupaten Pasuruan.

Program kemudian diperluas pada 2026 ke empat kawasan seluas total 44,36 hektare. Lokasinya meliputi Jember Kidul di Kabupaten Jember, Temayang di Kabupaten Bojonegoro, Setono di Kabupaten Ponorogo, serta Manguharjo di Kota Madiun.

Untuk memperkuat ketepatan sasaran, Pemprov Jatim juga mengembangkan Sistem Informasi Kawasan Kumuh (Sikawanku) berbasis Management Information System (MIS) dan Geographic Information System (GIS). Sistem ini memungkinkan pemerintah kabupaten dan kota memperbarui data kawasan kumuh secara mandiri.

“Sikawanku menjadi basis data bersama untuk pemutakhiran, analisis, dan pengambilan kebijakan, sehingga prioritas penanganan dapat ditetapkan secara lebih tepat, terukur, dan terintegrasi,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, tantangan berikutnya bukan hanya memperluas pengurangan kawasan kumuh, melainkan memastikan wilayah yang telah ditangani tidak kembali mengalami kondisi serupa. Ia pun menekankan pentingnya penyatuan data dan prioritas, sinkronisasi program serta pembiayaan pemerintah pusat hingga daerah, dan pemeliharaan kawasan setelah penataan.

“Target kita bukan sekadar mengurangi luasan kumuh, tetapi memastikan kawasan yang telah ditangani tidak kembali kumuh dan masyarakatnya semakin sehat, produktif, dan berdaya,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More