Surabaya, IDN TimesPersebaya Surabaya resmi mendatangkan pemain asing anyar, Pedro Matos, untuk memperkuat skuad pada putaran kedua Super League 2025/2026. Gelandang asal Portugal itu langsung disiapkan untuk laga menghadapi PSIM Yogyakarta.

Kehadiran Pedro Matos sekaligus melengkapi perombakan komposisi pemain asing yang dilakukan manajemen Persebaya jelang paruh kedua musim. Sebelumnya, Green Force telah melepas tiga pemain asing, yakni bek Dime Dimov, penyerang Dejan Tumbas, dan penyerang Diego Mauricio.

Dengan tambahan tersebut, Persebaya kini memiliki sebelas pemain asing yang masuk dalam skuad, yakni Leo Lelis, Risto Mitrevski, Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, Milos Raickovic, Pedro Matos, Francisco Rivera, Bruno Paraiba, Bruno Moreira, Gali Freitas, serta Mihailo Perovic.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyatakan, kehadiran Pedro Matos menjadi bagian dari upaya tim untuk memaksimalkan karakteristik pemain sesuai dengan ide permainan yang diusungnya. Ia menyebut tim telah bekerja bersama selama sekitar tiga pekan untuk mematangkan konsep permainan jelang laga kontra PSIM.

“Ini adalah tim dengan pelatih baru dan ide yang berbeda. Kami mencoba memaksimalkan karakteristik pemain untuk menentukan cara bermain terbaik. Sejauh ini kami sudah bekerja bersama selama tiga minggu,” ujar Tavares.

Tavares mengakui PSIM Yogyakarta bukan lawan yang mudah. Menurutnya, tim promosi tersebut telah menunjukkan performa solid sejak awal musim, termasuk kemenangan atas Persebaya pada putaran pertama.

“Mereka telah membuktikan diri sebagai tim yang kuat. Mereka bermain dengan intensitas tinggi, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Bahkan, mereka mungkin termasuk salah satu tim di liga yang membuat pemainnya berlari paling jauh,” katanya.

Ia juga menyoroti kekuatan PSIM dalam situasi bola mati serta nilai pasar tim lawan yang tergolong tinggi. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai skuad PSIM saat ini masuk lima besar liga, sementara Persebaya berada di peringkat 10 hingga 11.

“Di lapangan, uang tidak bisa berlari. Tapi dalam kasus ini, mereka benar-benar menunjukkan intensitas lari yang tinggi,” kata pelatih asal Portugal tersebut.

Menghadapi laga tersebut, Tavares menekankan pentingnya fokus di seluruh aspek permainan, mulai dari transisi menyerang dan bertahan, organisasi permainan, hingga antisipasi set piece.

“Jika kami ingin meraih hasil yang baik, kami harus berlari lebih banyak dari mereka dan menunjukkan fokus yang lebih tinggi sepanjang pertandingan,” pungkasnya.