Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenangan Depan Mata Arema FC Buyar Akibat 4 Kartu Merah

Kemenangan Depan Mata Arema FC Buyar Akibat 4 Kartu Merah
Joel Vinicius saat berselebrasi usai mencetak gol untuk Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda Lampung. (Dok. Media Officer Arema FC)
Intinya Sih
  • Arema FC sempat unggul lewat gol Joel Vinicius, namun kalah 2-1 dari Bhayangkara FC setelah dua pemainnya dikartu merah di babak kedua.
  • Laga berlangsung keras dengan total empat kartu merah dan tiga kartu kuning untuk Arema FC, termasuk satu untuk official tim.
  • Pelatih Marcos Santos kecewa berat pada kepemimpinan wasit dan menilai timnya hancur karena banyak pemain absen di laga berikutnya akibat sanksi kartu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Arema FC nyaris mengalahkan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda Lampung pada Selasa (10/3/2026) malam setelah unggul 1 gol berkat gol Joel Vinicius di menit 45. Tapi kemenangan itu hujan setelah Singo Edan diganjar 2 kartu merah untuk Pablo Oliveira dan Dalberto Luan Bello di babak kedua, bermain dengan 9 orang membuat Arema FC gagal membendung 2 gol dari Jean Befolo Mbarga dan Moussa SidibΓ©. Singo Edan takluk dari The Guardian dengan skor 2-1.

1. Pelatih Arema FC marah dengan kepemimpinan wasit

IMG-20260310-WA0019.jpg
Laga Bhayangkara FC menghadapi Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda Lampung. (Dok. Media Officer Arema FC)

Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengaku sangat kecewa dan marah dengan kepemimpinan wasit Yudai Yamamoto. Menurutnya Arema FC sudah berkembang semakin kuat dengan merekrut pemain-pemain berkualitas, tapi pada pertandingan kemarin malam, ia merasa wasit asal Jepang ini hanya mempersulit Arema FC sampai akhir pertandingan.

"Saya melihat Serie A sampai Piala Libertadores, saya gak pernah lihat yang seperti ini. Bukan kita gak respek kepada wasit, tapi kali ini sulit. Saya hanya kasihan pada Aremania dan pemain yang sudah berjuang meski di dalam pertandingan seperti itu," terangnya.

2. Arema FC total mendapatkan 4 kartu merah dan 3 kartu kuning

20260111_180735.jpg
Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Dalam laga yang berlangsung keras ini, Arema FC mendapatkan 4 kartu merah kepada Gabriel Silva yang mendapat 2 kartu kuning, Dalberto Luan Bello, Matheus Blade, dan 1 official Arema FC. Sementara 2 kartu kuning lain diterima Betinho dan Joel Vinicius. Khusus untuk Blade, ia mendapat kartu merah usai pertandingan karena diduga bersitegang dengan wasit.

"Ini memalukan, karena sepak bola Indonesia sudah maju, seharusnya wasit dari luar negeri harus lebih tanggung jawab. Saya malu, tapi pemain-pemain Arema berjuang sampai menit terakhir untuk Aremania. Jadi ini bukan masalah Arema, Bhayangkara, atau suporter, ini soal wasit. Saya malu sekali melihat situasi ini," ujarnya.

3. Pelatih Arema FC mengaku timnya hancur hanya karena 1 pertandingan ini

IMG-20260310-WA0017.jpg
Joel Vinicius saat berselebrasi usai mencetak gol untuk Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda Lampung. (Dok. Media Officer Arema FC)

Lebih lanjut, Marcos mengatakan jika timnya hancur hanya dalam 1 pertandingan ini. Bagaimana tidak, ia akan kehilangan banyak pemain di pertandingan selanjutnya menghadapi Malut United di Stadion Kanjuruhan. Pasalnya 3 pemain dipastikan tidak bermain karena terkena kartu merah, kemudian ada juga yang terkena akumulasi kartu kuning.

"Sampai pertandingan selesai itu para pemain Bhayangkara bilang kepada saya untuk bersabar karena mereka sudah malu lihat situasi ini. Saya senang kepada suporter Bhayangkara dan Aremania yang datang ke stadion. Siapapun yang dapat hadiah HP Oppo, tolong kasih ke wasit," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest Sport Jawa Timur

See More