Surabaya, IDN Times - Pemain Persebaya Surabaya, Gledson Paixao, mengungkap suasana kebatinan skuad Bajul Ijo setelah menjuarai Piala Presiden 2026. Di balik euforia trofi perdana, Gledson menyebut para pemain tetap menjaga kerendahan hati dan tidak ingin terlena.
Gledson mengatakan suasana di dalam tim masih sangat positif setelah Persebaya mencatat sejarah dengan menjadi juara Piala Presiden 2026. Namun, para pemain menyadari pekerjaan belum selesai. “Tentu suasana selalu menyenangkan ketika kami berhasil mencapai salah satu target yang sudah ditetapkan. Namun, pekerjaan belum selesai. Kami menikmati momen ini, tetapi setelah itu harus kembali fokus dan rendah hati karena masih ada target-target berikutnya yang harus dicapai musim ini,” ujarnya.
Gledson membeberkan, euforia juara memang sempat dirasakan bersama seluruh skuad. Namun, suasana tersebut hanya berlangsung singkat sebelum pemain kembali ke Surabaya dan menjalani rutinitas latihan. “Euforia tentu kami nikmati selama dua atau tiga hari. Setelah itu, ketika kembali ke Surabaya dan menjalani aktivitas di GBT, fokus kami sudah beralih kepada target berikutnya. Kami harus kembali mendedikasikan diri untuk pekerjaan yang masih menunggu,” jelasnya.
Gledson menilai keberhasilan Persebaya mengangkat trofi lahir dari suasana positif yang dibangun sepanjang turnamen. Kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh pemain menjadi kekuatan utama tim. “Kami membangun suasana positif itu melalui kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh tim. Gelar ini menjadi hasil dari kerja keras tersebut. Situasinya memang berubah setelah kami meraih trofi, tetapi prinsip kami tetap sama, yaitu rendah hati, tetap berpijak pada kenyataan, dan terus bekerja,” tegasnya.
Kini, suasana di dalam tim mulai kembali diarahkan untuk menghadapi tantangan musim 2026/27. Gledson menyebut kondisi pemain juga semakin baik setelah mendapatkan waktu istirahat. “Saya yakin kondisi tim juga baik. Pemain yang secara fisik belum berada di level terbaik akan terus dipantau dan dipulihkan. Terlepas dari prestasi yang sudah diraih, kami tetap harus bekerja keras, terus berkembang, dan berusaha memberikan performa terbaik untuk memenuhi harapan klub maupun harapan kami sendiri,” tuturnya.
Ia menegaskan satu trofi tidak boleh membuat standar kerja Persebaya menurun. Justru keberhasilan tersebut harus menjadi pemantik untuk mempertahankan mentalitas positif yang sudah terbentuk.
“Setelah masa istirahat, saya melihat komitmen pemain tetap sangat baik. Mereka kembali dengan kondisi yang positif. Namun, kami harus terus menjaga kerendahan hati. Salah satu target memang sudah tercapai, tetapi perjalanan kami masih panjang,” tegas Gledson.
Persebaya selanjutnya masih memiliki satu agenda pramusim sebelum memasuki kompetisi. Bajul Ijo dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam laga internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8/2026) malam.
