Pelajar Surabaya Tampil di Panggung Gim Esports Internasional

- Pelajar dan guru Surabaya tampil di ajang M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang setelah menang program MLBB Goes to School.
- Mobile Legends digunakan sebagai media pembelajaran karakter, kerja sama tim, dan pengendalian emosi di sekolah.
- Program edukasi berbasis gim melibatkan 328 guru pendamping dan dianggap memberi pengalaman global serta mendukung pembentukan karakter siswa.
Surabaya, IDN Times - Sejumlah siswa dan guru asal Surabaya tampil di ajang M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Para siswa tersebut merupakan pemenang program edukasi MLBB Goes to School yang dijalankan di sekolah-sekolah Surabaya, tingkat SD dan SMP.
Kehadiran siswa Surabaya di panggung internasional ini menjadi sorotan karena menandai pergeseran pendekatan pendidikan terhadap gim. Mobile Legends tidak lagi diposisikan semata sebagai hiburan, tetapi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter, kerja sama tim, dan pengendalian emosi di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, menyatakan bahwa siswa Surabaya dipilih karena dinilai berhasil menerapkan nilai-nilai positif dalam program edukasi berbasis gim.
“Anak-anak ini bukan dipilih karena kemampuan bermain semata, tetapi karena mereka mampu menunjukkan sikap sportivitas, kerja tim, dan perilaku bermain yang sehat. Itu yang kami tampilkan di M7,” ujar Erina.
Program tersebut dijalankan melalui pendampingan guru yang tergabung dalam komunitas Teacher Ambassador. Di Surabaya, jumlah guru pendamping tercatat mencapai 328 orang, meningkat signifikan dari tahap awal yang hanya melibatkan puluhan guru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai kehadiran siswa di ajang M7 World Championship menjadi pengalaman edukatif yang bernilai tinggi.
“Ini bukan soal bermain gim, tetapi memberi pengalaman global kepada siswa. Mereka melihat langsung bagaimana disiplin, kerja tim, dan profesionalisme ditampilkan di level dunia,” kata Febrina.
Ia menegaskan, program tersebut tetap menempatkan pendidikan formal sebagai prioritas utama, sementara gim dijadikan sarana pendukung pembentukan karakter dan literasi digital.
Keterlibatan siswa dan guru di ajang M7 World Championship, Surabaya disebut menjadi contoh integrasi pendidikan dan gim yang adaptif terhadap perkembangan zaman.


















