Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Lansia di Tulungagung Hidup Terlunta, Kemensos Kirim Tim

Viral Lansia di Tulungagung Hidup Terlunta, Kemensos Kirim Tim
Mbah Rukmi tinggal di teras rumahnya yang sudah dijual oleh anak tiri. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Share Article

Tulungagung, IDN Times - Sebuah video yang menceritakan kondisi Mbah Rukmi (81) warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung viral di media sosial.

Dalam video tersebut dinarasian Mbah Rukmi hidup terlunta-lunta setelah rumahnya dijual oleh anak tirinya. Video tersebut mendapatkan respon dari Kementerian Sosial. Pihak Kemensos mengirim tim untuk melihat langsung kondisi Mbah Rukmi.

Rencananya Mbah Rukmi dibawa untuk mendapatkan perawatan di RS Dr Suharso Surakarta. Namun rencana tersebut urung terlaksana karena anak angkat dan warga sekitar menolak. Mereka mengaku masih sanggup untuk merawat Mbah Rukmi.

1. Mbah Rukmi hendak dibawa tim Kemensos tapi ditolak keluarga dan warga

Mbah Rukmi saat bersama perwakilan tim Kemensos. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas
Mbah Rukmi saat bersama perwakilan tim Kemensos. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas

Dokter UPT Sentra Terpadu RS dr Suharso Surakarta, Ismiyatun mengatakan, kedatangan tim Kemensos ini merupakan tindak lanjut dari viralnya video di media sosial. Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi Mbah Rukmi mengalami tekanan psikologis yang harusnya mendapatkan penanganan dari psikiater secara mendalam.

Namun dengan adanya penolakan dari anak angkat dan warga sekitar ini maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak. "Seharusnya memang mendapatkan perawatan di rumah sakit, tapi keluarga sudah kita edukasi dan kita bujuk tetapi tidak berhasil," ujarnya, Jumat (19/05/2023).

2. Kemensos pastikan Mbah Rukmi tetap peroleh layanan kesehatan

Mbah Rukmi saat bersama perwakilan tim Kemensos. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas
Mbah Rukmi saat bersama perwakilan tim Kemensos. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas

Kendati tidak bisa mengevakuasinya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan atas kondisi kejiwaanya, Tim Kemensos tetap berkoordinasi dengan Pemkab untuk selalu dilakukan pemantauan dan pengawasan kondisi kesehatan Mbah Rukmi. Hal ini dilakukan agar Mbah Rukmi tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

"Tentu akan kita koordinasikan soal itu, dengan Pemkab setempat dan pihak terkait lainnya," tuturnya.

3. Keluarga dan warga sepakat rawat Mbah Rukmi

Anak angkat Mbah Rukmi menunjukkan surat penolakan evakuasi. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas
Anak angkat Mbah Rukmi menunjukkan surat penolakan evakuasi. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas

Sementara itu, anak angkat Mbah Rukmi, Solikah (35) menilai keputusan membawa Mbah Rukmi keluar dari rumahnya bukanlah pilihan yang tepat saat ini. Sebab meski rumah tersebut telah dijual oleh anak tirinya, namun Mbah Rukmi merasa masih memilki hak atas rumah itu. Pemilik baru juga tidak mempermasalahkan Mbah Rukmi tinggal di rumah tersebut. Solikah bersama dengan warga sekitar sepakat untuk tetap merawatnya di rumah seperti biasa, sebab menurutnya selama ini dirinya dan warga sudah secara rutin merawat keseharian Mbah Rukmi.

"Mbah Rukmi memang seperti itu, kalau ndak ada orang yang biasa saja, tapi kalau banyak orang ya memang merancau seperti itu, ngomong apa saja, jadi tidak termasukk ODGJ" pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bramanta Pamungkas
EditorBramanta Pamungkas

Latest News Jawa Timur

See More

29.869 Murid Lolos SPMB SMA Jatim, Jalur SMK Masih Dibuka

28 Jun 2026, 09:48 WIBNews