Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral, BEM Surabaya Diduga Ajukan Proposal Rp39 Juta ke Polda Jatim
Dugaan pengajuan proposal Aliansi BEM Surabaya kepada Polda Jatim. (Dok. Instagram @unermenfess)
  • Proposal pengukuhan Aliansi BEM Surabaya 2025 senilai Rp39 juta kepada Polda Jatim beredar di media sosial, disertai dugaan pengajuan dilakukan tanpa sepengetahuan anggota.

  • Koordinator Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi, diduga mengirim proposal ke Polda Jatim dan Polresta serta mengelola dana sendiri setelah pencairan, berdasarkan unggahan percakapan WhatsApp.

  • BEM ITS menyatakan telah keluar dari aliansi sejak kepengurusan 2025, sementara DEMA UINSA juga mengundurkan diri dan menyusun pernyataan sikap resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Beredar di media sosial pengajuan proposal oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya dengan anggaran Rp39 juta kepada Polda Jawa Timur. Proposal itu disebut untuk pengukuhan pengurus Aliansi BEM Surabaya tahun 2025.

Kabar ini salah satunya diunggah oleh akun media sosial Instagram @unermenfess. Akun tersebut mengunggah percakapan WhatsApp yang berisi tentang pengajuan proposal kepada Polda Jatim.

Kemudian, pada postingan tersebut juga mencantumkan isi proposal. Proposal berjudul "Proposal Pengukuhan BEM Surabaya," " Dari Kota Pahlawan Teguhkan Gerakan." Tercantum juga logo sejumlah kampus negeri dan swasta, mulan dari Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Universitas Kristen Petra, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan masih banyak lagi.

Postingan tersebut juga mencantumkan soal dugaan penyalahgunaan wewenang Kordinator Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi. Nasrawi diduga mengirim proposal itu kepada Polda Jatim dan Polresta tanpa sepengetahuan anggota.

"Jadi ceritanya si nasrawi ini minta saya masukin proposal pengukuhan ke polda dan polres, sedangkan pengukuhan itu tidak ada dan belum terjadi namun proposal nya minta di masukkan ke polda karena orang polda dan polres meminta nasrawi untuk memasukkan proposal nya aja," isi postingan tersebut

"parah nya para Pres BEM se-Surabaya tidak ada yang tau hal ini, dan nasrawi menggunakan nama Aliansi BEM Surabaya serta nasrawi mengolah dana nya sendiri setelah cair dari polda dan polres."

IDN Times telah mengkonfirmasi beberapa anggota aliansi. Presiden Bem ITS, Rakan Naufal Arif mengatakan ITS sudah mundur dari aliansi tersebut sejak tahun lalu. Ia tak menjelaskan apa alasan ITS keluar dari organisasi tersebut .

"Semenjak kepengurusan 2025 kemarin kami sudah tidak lagi termasuk bagian dari Aliansi BEM Surabaya," ujarnya.

Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana mengaku pihaknya juga telah mengundurkan diri dari organisasi tersebut. Kini DEMA UINSA dedang menyusun draft pernyataan sikap atas hal tersebut.

"Ini dari kami UINSA sudah menyatakan sikap, ini dari UINSA menyusun draft reskinya," kata dia kepada IDN Times.

Sementara itu, Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan ketika dikonfirmasi masih belum memberi jawaban.

Curated For You

Editorial Team

Related Article