Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Ricuh Arema-Bonek di Pasuruan,  Kedua Kelompok Dipertemukan
Pertemuan kelompok suporter Aremania dan Bonek Mania usai kerusuhan di Pasuruan. (Dok. Humas Polresta Malang Kota)
  • Kericuhan Aremania dan Bonek Mania terjadi di Jalan Raya Sukorejo, Pasuruan, pada 10 Agustus 2026, setelah konvoi perayaan HUT Arema memicu gesekan.
  • Sebanyak 25 perwakilan Bonek dan 30 Aremania dipertemukan di Pandaan untuk membangun komunikasi, meredam konflik, serta menyepakati perdamaian antarsuporter.
  • Polisi menyoroti provokasi dan informasi tak terverifikasi di media sosial; kedua kelompok mendukung dialog akar rumput serta penegakan hukum bagi pelaku kekerasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasuruan, IDN Times - Kericuhan antara kelompok suporter Aremania dan Bonek Mania terjadi pada Senin (10/8/2026) malam di Jalam Raya Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Kericuhan ini bermula dari konvoi Aremania yang menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Arema, kemudian terjadi gesekan dengan suporter Bonek Mania.

1. Kedua belah suporter dipertemukan di Polres Pasuruan untuk buat perjanjian perdamaian

Pertemuan kelompok suporter Aremania dan Bonek Mania usai kerusuhan di Pasuruan. (Dok. Humas Polresta Malang Kota)

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Danang Setiyo Pambudi sebelumnya sempat membuat janji untuk memfasilitasi pakta perdamaian antar Aremania dan Bonek Mania saat HUT Arema pada 11 Agustus 2026 lalu. Janji tersebut kemudian direalisasikan pada Rabu (12/8/2026) dengan mempertemukan 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania di salah satu rumah makan di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Pertemuan ini untuk membuka ruang komunikasi langsung untuk membangun kesepahaman, meredam potensi konflik. Kemudian juga mendorong kedua kelompok meninggalkan permusuhan yang selama ini membayangi rivalitas sepak bola Jawa Timur. "Bonek dan Aremania adalah saudara sesama warga Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memutus rantai permusuhan dan tidak mewariskan dendam kepada generasi berikutnya," terangnya pada Kamis (13/8/2026).

Ia berharap pertemuan para tokoh suporter dapat menjadi suri teladan bagi anggotanya dalam menunjukkan kedewasaan dan sportivitas dalam mendukung klub masing-masing. Menurutnya, rivalitas hanya berada di lapangan, tapi di luar lapangan, semua harus menjaga persaudaraan dan keamanan Jawa Timur.

2. Polisi sebut media sosial jadi pengaruh dinamika hubungan kedua suporter

Pertemuan kelompok suporter Aremania dan Bonek Mania usai kerusuhan di Pasuruan. (Dok. Humas Polresta Malang Kota)

Sementara itu, Dirintelkam Polda Jatim, Kombespol Bondan Witjaksono menyebutkan kalau media sosial punya pengaruh kuat terhadap dinamika suporter. Informasi yang tidak terverifikasi maupun provokasi dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memperbesar persoalan di lapangan.

"Jadi tokoh-tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial. Mari bersama menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif," tegasnya.

3. Aremania dan Bonek Mania sepakat berdamai, persilakan pelaku kekerasan dihukum

Pertemuan kelompok suporter Aremania dan Bonek Mania usai kerusuhan di Pasuruan. (Dok. Humas Polresta Malang Kota)

Sementara itu, Presidium Arema Bidang SDM, Tedi Kresna menyatakan dukungan terhadap upaya memperkuat komunikasi dan perdamaian antarsuporter. Ia juga mendukung upaya hukum pada suporter yang melakukan tindakan kekerasan agar memberikan efek jera sekaligus menjaga komitmen perdamaian yang sedang dibangun.

"Sepak bola semestinya menjadi ruang untuk menunjukkan kecintaan, sportivitas dan kebersamaan. Rivalitas tetap menjadi bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan dan keamanan masyarakat harus menjadi kepentingan bersama," paparnya.

Lebih lanjut, tokoh Bonek Mania Pandaan, Reza juga menyampaikan keprihatinan atas insiden Sukorejo dan mendorong komunikasi di tingkat akar rumput diperkuat. Sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sebelum berkembang menjadi gesekan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article