Surabaya IDN Times - Kepulan asap muncul dari ruang data centre lama di Gedung Graha Wiyata lantai 2, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Kamis (22/10/2026). Tim manajemen gedung bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan penanganan hingga potensi munculnya api berhasil diredam.
Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Situasi di area kampus juga telah dinyatakan aman setelah penanganan awal dan pemeriksaan oleh petugas terkait.
“Alhamdulillah, situasi sudah sepenuhnya terkendali dan tidak ada korban jiwa maupun luka. Keselamatan seluruh civitas akademika dan orang-orang yang berada di lingkungan kampus selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Harjo.
Menurut keterangan Untag Surabaya, kejadian pertama kali terdeteksi melalui sistem peringatan dini atau early detection system yang mendeteksi asap dan secara otomatis mengaktifkan alarm gedung.
Tim Manajemen Gedung dan Landscape YPTA Surabaya kemudian melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Mereka juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk memastikan kondisi serta melokalisasi area terdampak.
Meski asap muncul di ruang penyimpanan perangkat elektronik dan server lama, pihak kampus memastikan data penting universitas tetap aman. Pasalnya, pengelolaan data dan sistem informasi utama Untag Surabaya telah menggunakan data centre baru.
“Saat ini tim teknis sedang melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi perangkat serta jaringan yang terdampak,” jelas Harjo.
Insiden tersebut sempat menyebabkan gangguan sementara pada akses layanan internet kampus. Tim teknologi informasi dan teknis Untag Surabaya kini berfokus memulihkan jaringan agar aktivitas akademik dan administrasi dapat kembali berjalan normal.
Pihak kampus juga menyatakan akan terus memperkuat mitigasi risiko, pemeliharaan fasilitas, serta kesiapsiagaan darurat. Pemeriksaan sistem keselamatan gedung akan diperketat untuk menjaga keamanan lingkungan kampus.
Hingga keterangan resmi disampaikan, penyebab munculnya kepulan asap belum dijelaskan secara terperinci. Pemeriksaan perangkat dan jaringan masih dilakukan untuk memastikan kondisi area yang terdampak.
