Madiun, IDN Times – Imbas diguyur hujan lebat, sebuah tebing setinggi 80 meter dan lebar 10 meter di Dusun Nglengko, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun longsor. Longsor tersebut memutus akses jalan utama desa yang menjadi satu-satunya jalur vital bagi warga setempat.
Tanah Longsor Putus Akses Jalan di Madiun, Belasan KK Terisolir

1. Belasan keluarga terisolir
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, bahkan menyebut longsor terjadi sebanyak dua kali. "Longsor pertama terjadi pada Kamis malam (29/11/2024), dan longsor susulan menyusul pada Minggu pagi (01/12/2024)," ungkapnya, Senin (02/12/2024).
Dampak longsor sangat signifikan, mengisolasi belasan Kepala Keluarga (KK) yang bergantung pada jalan tersebut untuk aktivitas ekonomi. "Warga kini hanya bisa menggunakan jalur jalan kaki menuju Desa Bodag, Kecamatan Kare, yang jaraknya cukup jauh," jelas Boby.
2. Listrik di lokasi padam
Tidak hanya itu, longsor juga merusak infrastruktur listrik. "Sempat terjadi pemadaman listrik selama dua malam. Baru Minggu siang listrik kembali menyala, namun tiga tiang listrik yang patah belum bisa diperbaiki karena kondisi tanah masih labil," tambahnya. Selain itu, komunikasi melalui kabel telepon juga terputus.
Saat ini, alat berat belum dapat digunakan untuk membersihkan material longsor karena tanah masih basah dan berisiko longsor susulan. Namun, logistik warga disebut masih mencukupi. "Kami juga sudah mendistribusikan bantuan untuk mengantisipasi kebutuhan warga yang terisolir," ujar Boby.
3. Berpotensi longsor susulan
Masyarakat di sekitar lokasi kini dihantui kekhawatiran akan kemungkinan longsor susulan yang dapat mengancam pemukiman mereka. Curah hujan yang masih tinggi serta material longsor bercampur batu semakin memperparah kondisi.
Sebagian warga terlihat memilih menggunakan jalur memutar meski jaraknya lebih jauh. Situasi ini memerlukan perhatian serius, mengingat potensi bencana lanjutan masih mengintai wilayah tersebut.