Surabaya, IDN Times - Tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Jember dalam satu setengah tahun terakhir mencapai 80,7 persen. Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menunjukkan, program di sektor kesehatan menjadi layanan yang memperoleh tingkat kepuasan tertinggi dari masyarakat.
Direktur ARCI Nanang Haromain mengatakan angka tersebut merupakan hasil survei terhadap warga Jember yang dilakukan pada 18-28 Agustus 2026. “Hasilnya 80,7 persen warga puas atas kinerja Gus Fawait-Djoko Susanto memimpin Jember,” ujarnya saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Dari sejumlah program yang diukur, Jember Home Care mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yakni 82,3 persen. Program yang baru berjalan sekitar dua bulan tersebut mendapat respons positif, meski masyarakat masih memberikan sejumlah catatan terkait pelaksanaannya.
“Warga berharap jangkauan Jember Home Care semakin luas hingga pelosok-pelosok dan bisa melayani semaksimal mungkin,” kata Nanang.
Ia menjelaskan, karena masih tergolong program baru, masyarakat masih memaklumi adanya sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Namun, keberlanjutan program dan perluasan cakupan layanan menjadi harapan utama responden.
Program kesehatan lainnya, Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Jember, memperoleh tingkat kepuasan 81,5 persen. ARCI mencatat program tersebut dinilai membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Responden juga berharap kualitas layanan terus ditingkatkan serta cakupan penerima manfaat dapat menjangkau seluruh warga yang tinggal di Jember.
“Program ini dinilai berhasil oleh warga dan membantu warga, utamanya warga Jember, dalam mengakses kesehatan gratis di fasilitas kesehatan,” kata Nanang.
Di luar sektor kesehatan, kanal pengaduan Wadul Gus'e memperoleh tingkat kepuasan 79,8 persen. Responden menilai sejumlah aduan yang masuk mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Namun, masyarakat juga menginginkan peningkatan intensitas komunikasi pemerintah dengan warga, baik melalui interaksi langsung maupun kanal digital.
Sementara itu, program beasiswa Bupati Jember “Cinta Bergema” mencatat tingkat kepuasan 78,1 persen. Responden berharap program beasiswa tersebut dilanjutkan secara konsisten dan jumlah penerima manfaat diperluas. Masih adanya warga yang mengalami kendala untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi salah satu alasan perlunya perluasan program, berdasarkan temuan survei.
Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) memperoleh tingkat kepuasan 77,9 persen. Warga menilai kegiatan tersebut mendekatkan pelayanan pemerintah dengan masyarakat, namun meminta frekuensi pelaksanaannya ditambah, terutama untuk menjangkau wilayah pelosok.
“Wilayah Jember luas sekali, banyak wilayah-wilayah pelosok yang perlu dikunjungi,” ucap Nanang.
Sementara itu, ARCI memberikan catatan terhadap program Mlijo Cinta dan Gerobak Cinta. Kedua program tersebut dinilai masih perlu diperkuat dari sisi realisasi. Secara keseluruhan, survei menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jember berada di atas 80 persen.
Akan tetapi, tingginya angka kepuasan tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah tuntutan masyarakat, terutama terkait perluasan jangkauan, peningkatan frekuensi layanan, konsistensi program, serta penguatan implementasi di lapangan.
Survei ARCI dilakukan terhadap 800 responden di Kabupaten Jember pada 18-28 Agustus 2026. Survei menggunakan metode stratified random sampling, dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
