Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stok LPG Subsidi 3 Kg Aman, Distribusi Jadi Tantangan
Salah satu pangkalan LPG di Kota Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan stok LPG 3 Kilogram (Kg) atau gas melon cukup. Tantangan berikutnya adalah soal distribusi gas melon. 

Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Jatim, Aris Mukiyono mengatakan, saat ini yang menjadi tantangan bukanlah stok LPG, tetapi distribusi yang belum merata di beberapa wilayah. Untuk itu, pihaknya akan berkordinasi dengan Pertamina agar distribusi bisa maksimal. 

“Kami sedang berkoordinasi dengan Pertamina agar distribusi gas melon bisa lebih optimal dalam waktu dekat,” ujar Aris Mukiyono, Minggu (9/2/2025)

Dengan tertatanya distribusi harga LPG 3 Kg bisa lebih terkontrol. Sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan gas subsidi.

“Upaya ini juga akan dibarengi dengan penambahan pangkalan resmi di 38 kabupaten/kota di Jatim. Dengan semakin banyaknya pangkalan, diharapkan distribusi LPG 3 kg menjadi lebih merata dan masyarakat lebih mudah mendapatkan akses,” kata Aris.

Di samping itu, pemerintah berencana memberikan kemudahan dalam perizinan bagi para pengecer yang ingin menjadi sub pangkalan. Nantinya, seluruh pengecer harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat diperoleh dengan persyaratan KTP dan NPWP.

Langkah ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg.  Harga di pasaran juga dapat lebih terkontrol sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG Kg 3 adalah Rp18.000 per tabung. Harga tersebut mengalami kenaikan setelah sebelumnya Rp16.00p per tabung. Hal ini sesuai dengan SK Pj Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024. 

Editorial Team

Related Article