Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Salat Tarawih 8 Jam di Magetan Diminati Jemaah dari Berbagai Negara

Salat Tarawih 8 Jam di Magetan Diminati Jemaah dari Berbagai Negara
Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Share Article

Magetan, IDN Times – Ramadan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, menghadirkan suasana ibadah yang berbeda. Salat tarawih di ponpes ini berlangsung selama delapan jam penuh, dari pukul 19.00 hingga 03.00 WIB, dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam, sudah berlangsung bertahun tahun. Tahun ini, tidak hanya diikuti oleh santri dan warga sekitar, ibadah ini juga menarik jemaah dari berbagai negara, seperti Malaysia, Bangladesh, Vietnam hingga Sri Lanka.

1. Khusyuk dengan bacaan Al-Qur'an penuh

Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Sejak Isya, ratusan jemaah telah memenuhi Almasjid Indoor, salah satu lokasi utama salat tarawih di ponpes ini. Meskipun jumlah rakaatnya sama seperti salat tarawih pada umumnya, yakni 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir, yang membedakan adalah bacaan setelah Al-Fatihah. Jika di tempat lain umumnya menggunakan surat-surat pendek, di sini seluruh Al-Qur’an diselesaikan dalam satu malam.

2. Hafalan dan stamina jadi tantangan

Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Agar bacaan tetap lancar selama delapan jam, lima imam bergantian memimpin salat, masing-masing membaca enam juz. Salah satu jemaah dari Sri Lanka, Abdul Roziq, mengaku sudah tiga tahun mengikuti tarawih ini bersama keluarganya. "Alhamdulillah, saya bersama anak dan istri selalu merasa tenang dan khusyuk menjalankan tarawih di sini," ujarnya.

Sementara itu, untuk menjadi imam dalam salat ini bukan tugas mudah. Selain harus memiliki hafalan yang kuat, daya tahan fisik juga sangat penting. "Satu orang imam membaca enam juz, jadi harus punya stamina. Kami biasanya minum jamu dan kopi supaya tetap fokus," kata Achmad Zuhair Afif Rahmatullah, salah satu imam tarawih.

3. Berakhir menjelang sahur

Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Suasana salat tarawih terlama di Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Salat tarawih ini berakhir menjelang sahur, sekitar pukul 03.00 WIB. Muhammad Yusuf Hasyim, staf pengajar Ponpes Al Fatah, menjelaskan bahwa tradisi ini telah berlangsung lama dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. "Setiap malam Ramadan, jemaah bisa memilih bacaan mulai dari 1 juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz, hingga 30 juz dalam satu malam," jelasnya.


Ponpes Al Fatah terbuka bagi siapa saja yang ingin merasakan pengalaman ibadah yang lebih mendalam. Salat ini bukan hanya melatih ketahanan fisik, tetapi juga menjadi bentuk kesabaran dalam menjalani Ramadan dengan penuh kekhusyukan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto
EditorRiyanto

Latest News Jawa Timur

See More

Pasca Memakan Korban, Proyek Gorong-gorong di Surabaya Dievaluasi

13 Jun 2026, 17:59 WIBNews