Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menu MBG di Magetan Berubah Mirip Takjil Selama Ramadan

Menu MBG di Magetan Berubah Mirip Takjil Selama Ramadan
Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.
Share Article

Magetan, IDN Times – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan Jawa Timur mengalami perubahan selama bulan Ramadan ini. Jika biasanya siswa mendapatkan makanan siap santap, kini menu yang disediakan berupa makanan kering mirip takjil yang bisa dibawa pulang dan disantap saat berbuka. 

1. Diklaim tetap bergizi meski berubah format

Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.
Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.

Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Inf. Hasan Dasuki, memastikan bahwa perubahan ini tidak mengurangi nilai gizi makanan bagi siswa.

"Kami pastikan asupan gizinya tetap terjaga. Hanya saja, karena sedang bulan puasa, menunya diganti dengan makanan kering yang bisa bertahan hingga waktu berbuka," ujarnya, Jumat (7/3/2025).

Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. Beberpa siswa menyebut jika menu tersebut tidak jauh berbeda dengan takjil yang biasa disajikan di bulan Ramadan.

2. Menu dijanjikan akan bervariasi

Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.
Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.

Selama Ramadan, menu MBG dijanjikan akan terus bervariasi. Hasan menyebut kemungkinan adanya tambahan sayur kering yang tetap bisa bertahan hingga waktu berbuka.

Program MBG di Magetan sendiri telah berjalan selama dua bulan, awalnya melayani 2.850 siswa di 19 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Namun, sejak Februari lalu, jumlah dapur umum meningkat dari satu menjadi dua titik, yakni di Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan, dan Desa Tamanan, Kecamatan Sukomoro, yang kini melayani 41 lembaga sekolah.

3. Jumlah penerima MBG akan terus ditambah

Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.
Siswa menerima empat butir telur puyuh, kurma, empat buah roti bolu, dan satu bungkus susu UHT. IDN Times/ Riyanto.

Saat ini, program MBG di Magetan telah menjangkau sekitar 6.000 siswa. Hasan menyebut bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum akan terus bertambah agar lebih banyak pelajar yang bisa menikmati manfaat program ini.

"Akan terus kami tambah, saat ini masih dalam proses untuk penambahan SPPG berikutnya, semoga bisa segera terealisasi," jelasnya.

Ke depan, program MBG ditargetkan mencakup lebih dari 130.000 siswa dari jenjang PAUD hingga SMK. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah berencana membangun 47 titik SPPG di berbagai lokasi di Magetan.

"Dengan adanya perubahan menu selama Ramadan ini, diharapkan para siswa tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup meskipun sedang menjalankan ibadah puasa," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto
EditorRiyanto

Latest News Jawa Timur

See More

Raline Shah Ajak Keluarga Jelajahi Pesona Wisata Alam Banyuwangi

12 Jun 2026, 21:34 WIBNews