RSUD Dr Soetomo Siagakan 7.088 Tenaga Selama Libur Lebaran

- RSUD Dr Soetomo menyiagakan 7.088 petugas dan 957 on call selama Libur Lebaran Idulfitri 2026, memastikan layanan kesehatan tetap beroperasi 24 jam penuh.
- Pihak rumah sakit mewaspadai lima situasi utama, termasuk potensi kecelakaan mudik, penularan penyakit di kerumunan, makanan kedaluwarsa, peningkatan kunjungan IGD, serta dampak era JKN terhadap akses layanan.
- Data tahun sebelumnya menunjukkan kasus terbanyak saat Lebaran adalah gangguan metabolik dan nonkecelakaan; RSUD telah menyiapkan obat serta fasilitas untuk mengantisipasi lonjakan pasien kronis.
Surabaya, IDN Times - RSUD Dr Soetomo menyiagakan 7.088 petugas selama Libur Lebaran Idulfitri 2026 dan 957 petugas on call. Pihak rumah sakit memastikan tetap siaga selama 24 jam selama massa Libur Lebaran.
Dirut RSU dr Soetomo Prof Dr dr Cita Rosita SpKK(K) mengatakan, ada empat situasi yang diwaspadai selama Libur Lebaran. Pertama terkait kepadatan arus mudik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Kedua, kerumunan massal di terminal, pusat perbelanjaan, dan pusat rekreasi, berpotensi penularan penyakit khususnya saluran napas," ujar Prof Cita saat konferensi pers di RSUD Dr Soetomo, Senin (16/3/2026).
Ketiga, makanan kemasan dengan potensi kadaluarsa, berpotensi menimbulkan gangguan saluran cerna. Keempat, klinik atau sarana Pelayanan Kesehatan banyak yang tutup, berpotensi meningkatkan kunjungan ke IGD. "Kelima, era JKN, mengurangi kendala biaya masyarakat untuk datang ke Pusat Layanan Kesehatan," kata dia.
Untuk ketersediaan tempat tidur pasien, RSU dr Soetomo menyiapkan 1.188. “Sebetulnya bisa di-extend ya, tapi semoga tidak diperlukan extend,” ungkap dia.
Prof Cita menyebut, berdasarkan data kunjungan kasus pasien IGD RSUD dr Soetomo periode libur Hari Raya Idulfitri 2025 usia 1-18 tahun dan dewasa. Pasien usia 1-18 tahun sebanyak 147 dan dewasa 546.
Penyakit pasien yang datang ada yang karena penyakit bawaan dan pola hidup saat Lebaran. Seperti hipertensi saat libur Lebaran banyak mengonsumsi olahan makan asin-asin.
“Waktu lebaran yang diabet juga makannya manis-manis tidak terkontrol. Kemudian ada makanan yang kedaluarsa atau makanan yang kurang sudah tidak baik dimakan sehingga diare, muntah dan seterusnya,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, pasien paling banyak saat lebaran adalah dengan keluhan gangguan metabolisme protein plasma sebanyak 210 pasien. Bila pasien yang memiliki penyakit bawaan dan tidak mengontrol diri ketika makan saat libur Lebaran, maka bisa membuat penyakit menjadi kronis.
“10 Penyakit terbanyak di pada saat liburan lebaran tahun lalu, range liburan itu antara lain kelainan darah, metabolik, diabetes, hipertensi, kelainan elektrolit, gangguan dan gangguan perut ya, gastrointestinal, diare, muntah, dan lain-lain. Jadi bukan kecelakaan lagi, lebih banyak penyakit yang metabolik dan non kecelakaan,” kata dia.
RSUD dr Soetomo sudah bersiap diri mengantisipasi penyakit kronis. Sebelum Libur Lebaran, pihak rumah sakit telah memberi obat kepada pasien.
“Sudah dilakukan antisipasi pemberian obatnya (kepada pasien) supaya kontrolnya sampai setelah liburan. Kemudian kalau harus ada yang mengambil obat di tengah-tengah, kami juga sudah menyiapkan. Dan kalau ada sesuatu ya tentu IGD kami sudah siap,” pungkas dia.


















