Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Siswa di Tulungagung dan Blitar Keracunan MBG, Ada SLB
Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)
  • Ratusan siswa SMKN Boyolangu, Tulungagung, mengalami diare diduga setelah menyantap MBG; keluhan mulai muncul Rabu tengah malam dan dilaporkan massal pada Kamis.
  • Di SLB Negeri 1 Kota Blitar, 11 anak mengalami mual, muntah, dan diare setelah makan MBG. Mereka dibawa ke rumah sakit lalu telah dipulangkan.
  • Sekolah berkoordinasi dengan puskesmas, dinas kesehatan, dan SPPG untuk penanganan serta evaluasi. Jika dampaknya banyak, distribusi MBG dapat dihentikan sementara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Blitar, IDN Times - Ratusan siswa di Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar, mengalami keracunan diduga usai makan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Tulungagung keracunan terjadi di SMK Negri Boyolangu, sementara di Blitar terjadi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Blitar.

Di SMKN Boyolangu, kejadian keracunan terjadi pada Kamis (17/9/2026). Jumlah korban mencapai ratusan orang.

Kemudian keracunan di SLB Negeri 1 Blitar terjadi pada Rabu (16/9/2026). Jumlah korban sekitar 11 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Pawewai membenarkan kejadian keracunan di dua silah tersebut. Ia menjelaskan, di SMKN Boyolangu siswa makan MBG pada hari Rabu. Mereka mengalami gejala gangguan pencernaan di Rabu tengah malam.

"Pada hari Kamis (17/9/2026) pukul 10.0p WIB, pihak sekolah mulai menerima lapora massal dari para siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan mereka (diare). Laporan ini masuk secara beruntun karena hingga siang hari ini masih banyak siswa yang kondisinya belum membaik dan masih mengalami diare berlanjut," ujarnya.

Aries menuturkan, pihak SMKN 1 Boyolangu telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah siswa yang terdampak untuk memastikan total korban bergejala ringan, sedang, hingga berat. Pihak sekolah melalui UKS juga telah memberikan obat diare kepada murid yang laporan sakit.

"Sekolah melakukan koordinasi darurat dengan Puskesmas Beji dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk memberikan penanganan medis kepada siswa yang masih mengalami gejala diare berlanjut," terang dia.

Kemudian di SLB Negeri 1 Kota Blitar, 11 anak mengalami gejala mual, muntah dan diare. Kondisi tersebut tak lama setelah makan MBG.

"SLBN 1 Blitar 11 anak mual muntah dan diare, seketika dibawa ke rumah sakit," ungkap Aries.

Setelah mendapat penanganan, 11 anak tsrsebut telah dipulangkan. "Alhamdulillah 11 anak sudah sembuh," jelas Aries.

Aries menyebut, atas kejadian tersebut sekolah bisa langsung berkoordinasi dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Sekolah dipersilahkan untuk mendesak SPPG melakukan evaluasi.

"Sekolah kordinasi dengan SPPG, Apakah di evaluasi sementara atau tetap dilanjutkan," ucapnya.

Bahkan, bila jumlah siswa yang mengalami keracunan cukup banyak, sekolah diperkenankan untuk menghentikan SPPG memberi MBG di sekolah tersebut.

"Kalau banyak siswa yang berdampak ya sekolah bisa minta diberhentikan sementara sambil menunggu evaluasi dari SPPG," pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article