Surabaya, IDN Times - Isu merger antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra dibantah tegas oleh jajaran NasDem Jawa Timur (Jatim). Penegasan itu disampaikan di tengah aksi ratusan kader yang memadati kantor DPW NasDem Jatim, Surabaya, Rabu (15/4/2026).
Aksi tersebut diikuti perwakilan dari empat DPD, yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan. Mereka menyuarakan keberatan atas isu merger yang dinilai tidak berdasar, sekaligus merespons pemberitaan yang beredar.
Sekretaris DPW NasDem Jatim, Aminurokhman, menegaskan kabar penggabungan partai itu tidak benar dan tidak akan terjadi. “Oh tidak benar. Tidak akan terjadi. Tidak akan terjadi,” tegasnya.
Ia menilai, sikap partai sudah jelas sebagaimana disampaikan Ketua Umum Surya Paloh, bahwa NasDem merupakan partai yang independen dalam menentukan sikap politik.
Menurutnya, dukungan NasDem terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak berarti adanya kesepakatan politik tertentu, termasuk merger partai. “NasDem tetap memberikan dukungan untuk suksesnya pemerintahan Presiden Prabowo, tanpa harus masuk dalam posisi kabinet,” jelasnya.
Aminurokhman juga menyayangkan munculnya narasi merger tanpa verifikasi yang jelas. Ia menilai informasi tersebut seharusnya tidak disebarluaskan ke publik tanpa konfirmasi dari internal partai.
“Aspirasi dari teman-teman ini akan kami tampung dan teruskan ke DPP. Karena ini juga disuarakan serentak di seluruh Jawa Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD NasDem Surabaya, Syaiful Maarif, turut menegaskan bahwa isu merger tidak masuk akal. Ia menilai narasi yang berkembang keliru karena mencampuradukkan antara partai politik dan entitas bisnis.
“Seolah-olah partai ini bisa dimerger seperti perusahaan, itu tidak nyambung,” tegasnya.
Aksi kader NasDem ini juga dipicu oleh pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta. Meski pihak terkait disebut telah menyampaikan permintaan maaf, kader di daerah tetap meminta agar ke depan tidak ada lagi informasi yang tidak terverifikasi.
