Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PTM Terbatas, Cabdindik Madiun Catat Pelanggaran Prokes

Kota Madiun
PTM Terbatas, Cabdindik Madiun Catat Pelanggaran Prokes
Ilustrasi anak sekolah (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Share Article

Madiun, IDN Times - Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Madiun mencatat sejumlah pelanggaran protokol kesehatan (prokes) selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sejumlah siswa SMA/SMK di Kabupaten/Kota Madiun, dan Ngawi diketahui salah menggunakan masker.

"Memakai masker tapi hidungnya masih terbuka," kata Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun, Supardi, Senin (13/9/2021).

  1. 1. Euforia karena lama tidak bertemu

    Ilustrasi sekolah. Pexels.com/周 康
    Ilustrasi sekolah. Pexels.com/周 康

    Pelanggaran lain yang dicatat adalah berlangsungnya kerumunan di antara para siswa. Kondisi ini dinilai sebagai euforia lantaran lama tidak bertemu secara langsung. Apalagi, sejak pandemik COVID-19 berlangsung atau hampir dua tahun ini pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias daring.

    "Pelanggaran jaga jarak ini yang sulit dikendalikan. Mungkin karena (para siswa) lama tidak bertemu,"ujar Supardi kepada IDN Times.

  2. 2. Satgas diminta terus bertindak

    Sejumlah siswa SMPN 1 Mejayan, Kabupaten Madiun usai mengikuti PTM terbatas, Jumat (10/9/2021). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
    Sejumlah siswa SMPN 1 Mejayan, Kabupaten Madiun usai mengikuti PTM terbatas, Jumat (10/9/2021). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

    Oleh karena itu, pihak Satgas COVID-19 di sekolah dihimbau untuk terus bertindak. Teguran sekaligus penyampaian materi tentang prokes disampaikan kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara rutin.

    "Memakai masker, menjaga jarak merupakan suatu tindakan. Maka, perlu diingatkan terus menerus," ucap dia.

  3. 3. Pembelajaran di kelas dan daring

    Ilustrasi siswa SD belajar daring. (ANTARA FOTO/Feny Selly)
    Ilustrasi siswa SD belajar daring. (ANTARA FOTO/Feny Selly)

    Sementara itu, PTM terbatas mulai dilaksanakan oleh sejumlah SMA/SMK di wilayah Madiun dan Ngawi sejak dua pekan terakhir. Adapun teknisnya dengan membagi jadwal masuk para siswa. 

    Masing - masing pelajar hanya mengikuti PTM di kelas dua kali dalam sepekan. Dalam kegiatan itu hanya dibatasi dua jam pelajaran atau selama 60 menit. Sedangkan jadwal pembelajaran lainnya tetap berlangsung secara daring.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More