Profil Siswa SMP di Batu Korban Perundungan yang Berujung Kematian

Malang, IDN Times - Suasana duka menyelimuti Jalan Bromo Gang 4 RT 4 / RW 7 Nomor 4A, Kelurahan Sisir, Kota Batu Jawa Timur. Di tempat sederhana ini menjadi rumah RKA (12) siswa SMP setempat yang menjadi korban perundungan hingga berujung kematian.
Korban sendiri mengalami nasib nahas dikeroyok lima siswa SMP lainnya disebabkan persoalan tugas-tugas kelas.
Para pelayat berdatangan ke rumah duka yang terletak di gang sempit tersebut. Di rumah duka, hanya tampak adik kembar RKA dan neneknya yang menyambut, karena kedua orang tua korban masih berada di RS Hasta Brata Bima menunggu hasil autopsi.
1. Korban adalah sosok anak yang baik dan hobi memancing

Nenek korban, Tatik, menceritakan bahwa RKA adalah sosok anak yang jarang keluar rumah. Meskipun demikian, ia memiliki hobi memancing yang diwarisi dari ayahnya.
"RKA itu kesehariannya hampir gak pernah keluar rumah. Kalau keluar rumah itu kegiatannya cuma mancing sama ayahnya. Itu loh belutnya ada satu tong, memang hobinya memancing," ucap Tatik sambil berkaca-kaca saat ditemui pada Jumat (31/5/2024).
RKA juga dikenal jarang memiliki musuh karena sikapnya yang sopan. Selain itu, ia terkenal rajin di sekolah selama ini.
2. RKA ternyata menahan sakit selama 2 hari setelah dirundung

Tatik menceritakan bahwa ia dan orang tua RKA tidak mengetahui bahwa RKA dihajar pada Rabu (29/5/2024). RKA bahkan terlihat baik-baik saja keesokan harinya dan beraktivitas seperti biasa.
"Dia gak bilang ke saya, bahkan hari Kamis (30/5/2024) masih sekolah ikut ujian dan main bola, kemudian masih ikut pengajian. Baru tadi pagi dia cerita kalau habis dihajar sama A," ungkap Tatik.
Pada Jumat (31/5/2024), RKA mengeluh sakit di kepala dan kemudian dilarikan ke RS Hasta Brata pada pukul 06.30 WIB. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan dan ia meninggal pada pukul 11.00 WIB.
3. Keluarga korban minta pelaku dihukum setimpal

Lebih lanjut, Tatik mengatakan bahwa ia merasa sangat kehilangan cucunya yang masih berusia 12 tahun. Ia merasa RKA masih memiliki masa depan yang cerah, namun semuanya hancur oleh tindakan para pelaku.
"Kami berharap para pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Padahal, pelaku itu masih tetangga, rumahnya di dekat situ, tapi kok tega sekali," pungkasnya.
















