Prabowo Unggul Hitung Cepat, Pengamat: Hasil Kerja Mesin Partai Jatim

Surabaya, IDN Times - Seluruh lembaga survei menampilkan Pasangan Calon (Paslon) Presiden - Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo - Subianto - Gibran Rakabuming Raka unggul suara dalam quick count atau hitung cepat. Paslon ini pun telah mengumandangkan pidato kemenangan di Istora Senayan Jakarta.
Unggulnya Prabowo - Gibran hingga tembus 50 persen lebih dalam hitung cepat ini pun dianalisis Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair). Ia melihat salah satu penyumbang kemenangan terbesar ialah Jawa Timur (Jatim).
"Keunggulan suara Prabowo-Gibran di Jawa Timur yang sangat signifikan tidak dapat dilepaskan dari peran dan kerja partai utama penyokongnya, yakni Gerindra," ujar Fahrul, Kamis (15/2/2024).
Fahrul menyebut, peta kekuatan koalisi parpol dalam Pilpres 2024 menjadi kesempatan bagus bagi Gerindra. Di samping memanfaatkan coattail effect Prabowo sebagai ketum sekaligus Capres, Gerindra juga memanfaatkan potensi dan tren turunnya elektabilitas PDIP akibat coattail effect capres maupun ketumnya.
Langkah strategis dari Gerindra Jatim, kata Fahrul, di bawah kepemimpinan Anwar Sadad dalam menyusun strategi pemenangan Prabowo di Jatim membuahkan hasil di Pilpres 2024. Termasuk memperluas ceruk suara.
"Dalam konteks demikian, langkah-langkah Gus Sadad sebagai ketua DPD Gerindra yang cenderung menguatkan soliditas internal sekaligus memperluas ceruk pemilih menarik perhatian kita," katanya.
"Gaya Gus Sadad yang terkesan tidak offensive dan mampu menghindar dari jebakan jumawa, berdampak secara langsung kepada dua hal sekaligus, elektabilitas Gerindra sendiri maupun capres-cawapres yang diusungnya," tambahnya.
Dalam hal ini, Fahrul menyebut Sadad menjadi jembatan penghubung antara kiai-kiai NU khos Jatim dengan Prabowo. Sebab, pada Pilpres 2014 dan 2019, banyak kiai khos di Jatim yang tidak mendukung Prabowo, kini beralih mendukung pria yang juga menjabat Menteri Perhatanan tersebut.
"Gus Sadad berperan besar dalam setiap perjumpaan Prabowo dengan ulama-ulama kondang di Jatim," tegasnya.
"Saya rasa situasi ini perlu dipertahankan sembari tetap berupaya untuk mengamankan suara, baik partai maupun capres-cawapres yang diusung. Tidak mustahil Gerindra bisa menyalip PDIP di Jatim, khususnya dari kalangan pemilih muda, maupun segmentasi nasionalis yang tidak lagi sreg dengan gaya kampanye PDIP," pungkas Fahrul.



















