Prabowo Ngaku Was-was Jelang Debat, Takut Dinilai Jelek Anies Lagi

Malang, IDN Times - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menghadiri Kampanye Akbar Partai Demokrat di Stadion Gajayana Kota Malang pada Kamis (1/2/2024). Prabowo hadir bersama Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Emil Dardak, hingga Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kampanye tersebut, Prabowo sempat berorasi di depan puluhan ribu pendukung yang datang. Ia menyindir beberapa pihak dalam orasinya.
1. Prabowo sindir Anies Baswedan, was-was dapat nilai jelek lagi

Pengalaman debat Capres dan Cawapres kedua masih mengganjal di benak Prabowo. Pasalnya di sana ia mendapatkan serangan dari 2 rivalnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Keduanya memberikan nilai jelek pada kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI). Ganjar memberikan nilai 5, sentosa Anies memberikan nilai 11 dari 100.
"Aku mau debat lagi, tapi aku agak was-was. Debat terkahir aku dikasih nilai 11 dari 100. Aku gak tau nilai berapa kali ini, emang gue pikirin," ucapnya disambut sorakan pendukungnya.
2. Prabowo sindir pihak-pihak yang suka memberikan berita buruk

Prabowo dalam kesempatan tersebut juga mengatakan jika ada pihak-pihak yang hobi membagikan berita buruk kepada masyarakat. Menurutnya itu bukan sesuatu yang baik untuk kondusifitas masyarakat Indonesia.
"Ada yang selalu suka memberi berita jelek pada rakyat rakyat, ada yang suka menghasut, suka mengadu domba rakyat. Kita Indonesia maju membawa berita gembira untuk Indonesia," ucapnya.
Prabowo yakin ia mampu membawa kemakmuran. Ia juga yakin akan membawa putra/putri terbaik Indonesia untuk pulang. Sehingga ia bisa menyusun tim yang hebat, pemerintah yang bersih, dan memberantas korupsi.
3. Prabowo sindir profesor di Jakarta yang tidak mengerti hilirisasi

Lebih lanjut, Prabowo juga menyindir profesor di Jakarta yang tidak mengerti hilirisasi. Ia meyakini jika hilirisasi adalah pilihan yang tepat untuk mengelola kekayaan alam Indonesia.
"Ada yang mengatakan bahwa kekayaan alam kita boleh dijual murah atau dijual mentah ke negara asing. Kita mengatakan semua kekayaan alam kita harus diolah di bumi Indonesia. Itu namanya hilirisasi, ini masyarakat Malang ngerti semua, karena ada profesor di Jakarta itu gak ngerti-ngerti," pungkasnya.
















