Pondasi Kandang Sapi di Magetan Longsor, Satu Orang Tertimbun

Magetan, IDN Times – Hujan deras yang mengguyur Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, selama dua jam pada Jumat malam (22/11/2024), menyebabkan pondasi kandang sapi setinggi tiga meter longsor. Material longsoran menimpa dapur milik Bahtiar (31) yang tengah digunakan untuk mandi, mengakibatkan ia tertimbun dan mengalami luka-luka.
1. Tertimbun saat mandi

Pondasi sepanjang sembilan meter milik Warsi (58) runtuh sekitar pukul 19.00 WIB. Saat kejadian, Bahtiar sedang mandi sekaligus mencuci pakaian di dapurnya yang berada tepat di bawah kandang sapi tersebut. Longsoran material bangunan menimbunnya, membuat warga sekitar harus segera melakukan evakuasi.
“Seperti ada suara petir, tiba-tiba saya sudah tertimbun. Alhamdulillah, saya hanya rawat jalan,” ungkap Bahtiar setelah mendapatkan perawatan di RSUD Dokter Sayidiman Magetan. Ia mengalami luka di kepala dan kaki, tetapi kondisinya kini membaik.
2. Beruntung, korban bisa divakuasi dengan selamat

Wiji Santoso, petugas BPBD Kabupaten Magetan, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama longsornya pondasi. Seluruh barang di dapur Bahtiar ikut hancur tertimbun material, sementara kerugian masih dalam pendataan.
“Hujan deras selama dua jam menyebabkan pondasi roboh dan menimpa dapur. Ada penghuni yang tertimbun, namun beruntung berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujar Wiji.
3. Peringatan bagi warga di wilayah rawan longsor

BPBD Magetan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan longsor. Kasi Kedaruratan BPBD Magetan, Eka Wahyudi, meminta warga memperhatikan kondisi struktur bangunan yang rentan.
“Kami imbau warga untuk memeriksa rumah mereka, terutama jika ada tanda-tanda kerusakan. Segera pindah ke tempat lebih aman bila kondisi bangunan tidak stabil,” tegasnya.
Selain itu, Eka mengingatkan agar warga menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan, mengurangi kecepatan kendaraan di jalan licin, dan melindungi peralatan elektronik dari risiko sambaran petir.
Kejadian ini menjadi peringatan serius, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Magetan. Warga diminta tetap siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.


















