Pj Wali Kota Malang Minta Agenda Study Tour Digelar di Dalam Kota

Malang, IDN Times - Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta agar agenda study tour siswa sekolah dilaksanakan di lokasi dalam kota, untuk meminimalkan situasi tidak diinginkan.
Seperti diketahui, kecelakaan transportasi darat sedang marak baru-baru ini seperti peristiwa nahas dialami SMP PGRI 1 Wonosari di KM 695+400 Jalur A Tol Jombang-Mojokerto pada Selasa (21/5/2024) pukul 23.45 WIB.
Diduga, kecelakaan ini disebabkan oleh sopir yang mengantuk setelah perjalanan panjang dari Kabupaten Malang ke Yogyakarta.
1. Study tour di wilayah Malang Raya saja

Wahyu mengatakan bahwa study tour memang penting untuk siswa agar tidak stres dengan kegiatan belajar dan ujian. Namun, ia menyarankan agar kegiatan tersebut tidak dilakukan di kota-kota yang jauh. Oleh karena itu, Wahyu menyarankan agar guru-guru membuat rencana study tour di wilayah Malang Raya saja.
"Study tour sebaiknya tidak terlalu jauh, karena di wilayah Malang Raya sudah banyak objek wisata. Jika perjalanan terlalu jauh, tentu ada banyak tahapan yang harus dilakukan," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (23/5/2024).
Ia juga menambahkan bahwa wisata edukasi sudah banyak tersedia di Malang Raya. Jika ingin ke pantai, ada banyak pilihan di Kabupaten Malang. Menurutnya, Malang Raya memiliki pilihan wisata yang sangat lengkap.
"Jadi, nikmati saja objek-objek wisata yang ada di Malang Raya. Di sini tidak kalah dengan daerah-daerah lain," tegasnya.
2. Izin study tour akan diperketat

Wahyu mengatakan bahwa pihaknya telah memperketat izin study tour. Pihak sekolah wajib mengantongi izin dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Malang. Aturan ini telah disosialisasikan kepada setiap kepala sekolah di Kota Malang.
"Saya minta Pak Kadis Pendidikan dan Kadishub untuk mengumpulkan semua kepala sekolah SD dan SMP agar apabila akan melakukan study tour, harus ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Ini demi keamanan siswa juga," jelasnya.
3. Pengusaha angkutan dan sopir juga diedukasi agar tidak ugal-ugalan

Lebih lanjut, Wahyu pun memerintahkan Dishub Kota Malang untuk menyosialisasikan kepada perusahaan oto (PO) bus mengenai pentingnya menaati regulasi kelayakan kendaraan sebelum digunakan. Para sopir juga diedukasi untuk berkendara dengan aman, mempersiapkan fisik yang prima sebelum mengemudi, dan jika merasa kurang fit, disarankan untuk meminta pengganti.
"Dishub akan memeriksa kelayakan kendaraan dan aspek lainnya. Kita harus memberikan penegasan bahwa keselamatan siswa adalah yang paling penting," pungkasnya.
















