Surabaya, IDN Times - Seorang petugas Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) di Surabaya Joko Budiono (54) meninggal pada Jumat (16/2/2024) pukul 08.15 WIB setelah dirawat di RSUD Dr Soetomo. Joko bertugas sebagai petugas KPPS di TPS 14 Kulurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo Surabaya.
Pantauan IDN Times, sejumlah karangan bunga terlihat memenuhi jalanan rumah duka di Jalan Krukah Utara Nomor 7B Nomor 11, salah satunya datang Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji. Jenazah Budi dibawa ambulans menuju pemakaman sekitar pukul 14.00 WIB.
Ketua Panitia Pemilihan Kelurahan (PPK) Ngagel Rejo, Enny Chris mengatakan, dirinya mendapat informasi dari RW setempat bahwa Budi pingsan saat perhitungan suara pada Rabu (14/2/2024) pukul 15.46. Saat itu, Budi dilarikan ke RSUD Dr Soetomo.
"Saya diinfo pak RW, ditelpon di-WA, jam 15.46 sore. kemudian saya telpon, kalau beliau pingsan saat perhitungan suara. Gak tau perhitungan suara apa, entah presiden atau apa, belum tahu pasti," jelasnya.
Diketahui, Budi baru sembuh dari penyakit komorbid. Namun, Enny tak tau pasti penyakit apa yang diderita Budi.
"Katanya habis sembuh dari sakit, saya kurang tahu sakitnya apa, kata pak RW gula darah tinggi sampai tidak busa diukur," kata dia.
Enny menyebut, saat skrining petugas KPPS, Budi lolos. Namun, ia tak tau pasti, mengapa Budi bisa lolos skrining.
"Saya gak tau lolosnya bagaimana, cuma saya inputnya di google drive itu yang sudah skrining dan punya dan gak punya BPJS," jelasnya.
Selama ini Budi juga telah mendapatkan vitamin, susu. Ia juga telah mendapat biaya operasional.
