Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perosotan Kenpark Ambrol, Ada Papan Seluncur yang Masih Membahayakan

Kota Surabaya
Perosotan Kenpark Ambrol, Ada Papan Seluncur yang Masih Membahayakan
Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan evakuasi ambrolnya perosotan kolam renang di Kenjeran Park (Kenpark), Sabtu (7/5/2022). Seluruh wisatawan diminta menjauh dari lokasi kejadian.

  1. 1. Wisatawan diminta menjauh

    Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya
    Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya

    Plt Kepala BPBD Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, imbauan kepada wisatawan agar menjauh dari lokasi kejadian lantaran pihaknya sedang melakukan sterilisasi. Sebab, beberapa bagian papan luncur yang ambrol masih tampak membahayakan.

    "Anggota BPBD sterilisasi area karena ada potongan seluncuran yang masih bergelantungan di atas," ujarnya kepada IDN Times.

  2. 2. Polisi turun tangan

    Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya
    Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya

    Sementara itu dari pihak kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas tragedi ambrolnya perosotan di Kenpark ini. Sejumlah saksi mata akan dimintai keterangan, serta pengecekan papan luncur pada perosotan yang ambrol.

    "Ini masih di TKP," kata Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, AKP Soeryadi.

  3. 3. Kejadian ini menimbulkan 9 korban

    Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya
    Wahana di Kenjeran Park yang ambrol, Sabtu (7/5/2022). Dokumentasi BPBD Kota Surabaya

    Dalam tragedi ini, BPBD Kota Surabaya merekap ada sembilan orang korban. Seorang korban diindikasi mengalami gegar otak karena cedera pada bagian kepala. Kemudian tiga orang korban mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki. Sedangkan lima lainnya hanya syok.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More