Listy Nur Khafifah saat hearing di gedung DPRD Jombang. IDN Times/Zainul Arifin
Listy juga mengeluhkan kebijakan karantina yang dianggapnya tidak jelas. Ia melanjutkan, sejak ibunya meninggal, seluruh anggota keluarganya harus menjalani rapid test.
Setelah menjalani rapid test dua kali pada akhir Mei dan awal Juni lalu, dua anggota keluarganya yakni ayahnya, FR (66) dan kakaknya, ZM (37) dinyatakan reaktif. Saat itu pula keduanya dikarantina di gedung Tennis Indoor, Kecamatan Jombang.
“Saya sendiri di-rapid test, namun hasilnya nonreaktif. Yang saya tanyakan, kenapa hasil rapid test ini cukup lama pemberitahuan lewat telepon bidan tanggal 9 Juli,” ujarnya.
Kakaknya, ZM yang sudah sekitar satu bulan diisolasi merupakan janda dengan 5 anak yang masih kecil. Sehingga, beban keluarganya semakin bertambah setelah kelima anaknya itu terpisah dari ibunya karena diisolasi.
“Ini anak kakak saya yang lima ini sekarang semua jadi tanggungan saya, Bu. Kakak dan bapak saya sudah satu bulan diisolasi, tapi belum ada kejelasan,” keluhnya.