Gempa M4,4 Guncang Lumajang, Terasa hingga Jember

Gempa tektonik M4,4 terjadi pada Senin pagi di laut, 133 kilometer barat daya Lumajang, dengan kedalaman 76 kilometer.
Guncangan terkuat dirasakan di Lumajang pada intensitas III MMI, sementara Blitar, Malang, dan Jember merasakan intensitas II MMI.
BMKG mengaitkan gempa dengan aktivitas subduksi, memastikan tidak berpotensi tsunami, serta belum mendeteksi gempa susulan hingga pukul 09.35 WIB.
Lumajang, IDN Times - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Lumajang, Senin (5/10/2026) pagi. Gempa bermagnitudo M4,4 tersebut berpusat di laut dan getarannya dirasakan warga di Lumajang, Malang, Blitar, hingga Jember.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Pasuruan, Rozikan mengatakan, gempa terjadi pada pukul 09.16.32 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa memiliki kedalaman 76 kilometer.
"Episenter gempa terletak pada koordinat 9,31 derajat Lintang Selatan dan 113,01 derajat Bujur Timur," ujarnya kepada IDN Times. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 133 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang.
Rozikan menjelaskan, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa paling terasa di Lumajang dengan skala intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang, seperti sensasi ketika ada truk melintas.
Sementara itu, getaran juga dirasakan di Blitar, Malang, dan Jember dengan skala intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.
Gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengidentifikasi gempa berkaitan dengan aktivitas subduksi.
Meski episenternya berada di laut, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan tidak terdapat potensi tsunami akibat gempa tersebut.
Hingga pukul 09.35 WIB, monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. BMKG mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa hanya dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat dapat memantau informasi melalui akun @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi WRS-BMKG dan InfoBMKG.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















