Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumringah! Harga Jagung Magetan Nyaris Rp7.500/Kg, Naik 27 Persen

Kab. Magetan
3 min read
Sumringah! Harga Jagung Magetan Nyaris Rp7.500/Kg, Naik 27 Persen
Petani di Magetan tengah memanen jagung. (IDN Times/Riyanto)
  • Harga jagung pipil kering di tingkat petani Magetan mencapai Rp7.400 per kilogram, naik 27,4 persen atau Rp1.592 dibanding rata-rata Oktober 2025.

  • Harga tersebut Rp1.000 di atas HPP Bulog Rp6.400 per kilogram, yang berlaku untuk jagung berkadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb.

  • Kenaikan harga membantu petani menutup biaya produksi dan menyiapkan modal tanam, tetapi jagung di Desa Pragak hanya ditanam setelah dua musim padi karena terkendala hujan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN Times – Petani jagung di Kabupaten Magetan, Jawa Timur tengah mendapat kabar manis. Saat sejumlah daerah memasuki panen raya, harga jagung pipil kering di tingkat petani justru melambung hingga Rp7.400 per kilogram.

Harga tersebut naik sekitar 27,4 persen dibanding rata-rata harga jagung di tingkat petani pada Oktober 2025 yang berada di angka Rp5.808 per kilogram. Artinya, dalam setahun terjadi kenaikan sekitar Rp1.592 per kilogram.

Harga jagung saat ini juga sudah Rp1.000 per kilogram di atas HPP Bulog yang ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram. Bahkan, harga di tingkat petani masih berpotensi terus naik. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani di tengah tingginya biaya produksi. Salah satunya Taman, petani jagung asal Desa Pragak, Kecamatan Parang.

Ia mengaku hasil panen jagung musim ini cukup bagus, ditambah harga jual yang berada di level tinggi. “Alhamdulillah, dapat banyak. Hasil jagung kita dua kali lipat dibanding tanam padi,” ujar Taman, Senin (5/10/2026).

Menurut Taman, hasil dari satu musim tanam jagung bisa mencapai belasan juta rupiah. Sebagian hasilnya kemudian disiapkan sebagai modal untuk musim tanam berikutnya.

  1. 1. Harga jagung tembus Rp7.400 per kilogram

    Riyanto
    Harga jagung pipil kering dibeli tengkulak Rp7400/Kg. (IDN Times/Riyanto)

    Harga jagung pipil kering yang diterima petani Magetan kini berada di kisaran Rp7.400 per kilogram setelah dibeli tengkulak. Angka tersebut meningkat dibanding sebelumnya yang masih berada di bawah Rp7 ribu per kilogram. Menariknya, kenaikan justru terjadi ketika sejumlah daerah sedang memasuki panen raya.

    Jika dibandingkan dengan rata-rata harga produsen pada Oktober 2025 sebesar Rp5.808 per kilogram, harga saat ini terpaut Rp1.592 per kilogram. Kenaikannya mencapai sekitar 27,4 persen dalam setahun. Harga tersebut juga masih berpotensi mengalami kenaikan, meski besarannya akan bergantung pada kondisi pasar, pasokan dan permintaan.

  2. 2. Harga jagung petani sudah di atas HPP Bulog

    Riyanto
    Harga jagung pipil kering dibeli tengkulak Rp7400/Kg. (IDN Times/Riyanto)

    Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menyebut HPP jagung saat ini sebesar Rp6.400 per kilogram. Namun, harga tersebut berlaku dengan persyaratan kualitas. Jagung harus memiliki kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 parts per billion (ppb).

    Dengan harga di tingkat petani mencapai Rp7.400 per kilogram, terdapat selisih sekitar Rp1.000 per kilogram dari HPP Bulog. Kondisi ini menunjukkan harga jagung di tingkat petani saat ini berada cukup tinggi dibanding harga acuan pemerintah.

  3. 3. Petani tak bisa memanfaatkan harga tinggi sepanjang tahun

    Riyanto
    Harga jagung pipil kering dibeli tengkulak Rp7400/Kg. (IDN Times/Riyanto)

    Meski harga jagung sedang bagus, petani di Desa Pragak tidak bisa menanam komoditas tersebut sepanjang tahun. Taman mengatakan kondisi musim menjadi salah satu pertimbangan utama. Saat musim penghujan, tanaman jagung di wilayahnya sulit tumbuh optimal.

    “Musim hujan jagung sulit tumbuh. Di sini dalam satu tahun biasanya padi, padi, baru jagung. Kalau memaksa tanam jagung saat musim hujan tentu tidak akan berhasil,” jelasnya.

    Karena itu, petani menerapkan pola tanam padi dua kali sebelum beralih menanam jagung pada musim yang dianggap sesuai.

    Kenaikan harga juga dirasakan petani lain seperti Anang, Kamto, Slamet, dan Darmin. Sebagian hasil panen mereka disiapkan untuk modal menghadapi musim tanam padi saat musim penghujan.

    Sementara terkait penyebab harga jagung naik di tengah panen raya, Budiwan mengaku belum mengetahui secara pasti. “Kalau penyebab pastinya kami juga tidak tahu, tapi mungkin ada beberapa daerah yang terkena dampak El Nino,” katanya.

    Dengan harga jagung di tingkat petani yang kini mencapai Rp7.400 per kilogram, petani masih berharap tren kenaikan tersebut dapat bertahan, bahkan terus berlanjut hingga seluruh hasil panen terserap pasar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More