Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penyelam Hilang di Bangkai KM Bahagia Probolinggo Ditemukan Meninggal

Kab. Probolinggo
2 min read
Penyelam Hilang di Bangkai KM Bahagia Probolinggo Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi penyelam yang sempat hilang di bangkai kapal perairan Probolinggo. (Dok. Tim SAR)
  • Ismail (58), penyelam asal Mayangan, Probolinggo, ditemukan meninggal pada Senin (5/10/2026) setelah hilang lima hari saat bekerja mengangkat bangkai KM Bahagia.

  • Korban hilang saat menyelam di kedalaman sekitar 40 meter di Perairan Kalibuntu, Kraksaan, setelah selang komunikasinya tidak menunjukkan pergerakan hampir 30 menit.

  • Tim SAR Gabungan menemukan korban mengapung 7,4 mil laut dari lokasi kejadian, mengevakuasinya ke Dermaga Mayangan, lalu mengusulkan penutupan operasi pencarian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Seorang penyelam yang dikabarkan hilang saat melalukan penyelaman pada bangkai kapal karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya ditemukan, Senin (5/10/2026). Setelah lima hari dicari, korban ditemukan dalan kondisi menjnggl dunia.

Korban adalah Ismail (58) warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo. Ia hilang pada Kamis (1/10/2026) lalu ketika melakukan penyelaman di bangkai KM Bahagia milik Muhammad Zaeni.

Penyelaman dilakukan pada kedalaman sekitar 40 meter dalam rangka pekerjaan pengangkatan kapal. Saat penyelaman berlangsung, korban dan saksi, Muhari, telah menyepakati kode komunikasi melalui selang penyelaman.

Namun, setelah hampir 30 menit tidak terlihat adanya pergerakan pada selang tersebut, saksi berinisiatif menarik selang secara perlahan, tetapi korban tidak muncul ke permukaan.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga dan nelayan. Namun karena tidak ketemu, mereka pun meminta bantuan TIM SAR.

Pencarian oleh Kantor SAR Banyuwangi di hari kelima, Senin (5/10/2026) dilakukan melalui penyisiran visual di permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan BPBD serta perahu nelayan. SRU I menyisir area seluas 9,1 Nm², sedangkan SRU II melakukan pencarian di area seluas 8,8 Nm². "Kedua SRU menerapkan pola parallel search pattern untuk mengoptimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian," ungkap Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa melalui keterangan yang diterima IDN Times.

Hasilnya, pada pukul 12.30 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD), mengapung di permukaan laut. Korban ditemukan pada jarak sekitar 7,4 Nm dengan heading 72° dari lokasi kejadian, pada koordinat 7°37'22.15"S 113°31'28.43"E. "Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Dermaga Mayangan, Kabupaten Probolinggo, dan tiba pada pukul 15.35 WIB untuk selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUD dr. Moch. Saleh," jelasnya.

Oka pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah melaksanakan pencarian selama lima hari dengan penuh dedikasi. Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. "Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI, Polri, BPBD, instansi terkait, relawan, nelayan, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi,” ujarnya.

Setelah korban diserahkan kepada pihak keluarga melalui proses di RSUD dr. Moch. Saleh, pada pukul 16.00 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR H.5 Kondisi Membahayakan Manusia terhadap penyelam yang hilang tersebut diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Korban diketahui bernama Ismail (58), laki-laki, warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More