Pemkot Batu Berharap Tak Sampai Ada PHK Besar-besaran

1. Pemkot minta tak ada PHK dari perusahaan

Pemkot Batu melalui jubir Satgas Covid-19 Kota Batu M Chori berharap tak sampai ada PHK terhadap karyawan. Memang situasinya sulit saat ini, namun Pemkot Batu menilai masih ada cara lain yang bisa diambil.
"Tentu saja semoga tidak ada PHK. Kalau semisal pengusaha kesulitan membayar hak dari karyawan, silakan berbicara dengan Pemkot Batu. Mungkin nanti ada insentif yang bisa diberikan Pemkot Batu kepada pengusaha untuk menghindari agar tak terjadi PHK," ucap M Chori, Jumat (3/4).
2. Awasi pendatang yang baru tiba di Kota Batu

Untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran corona, pemkot Batu juga sudah menyiapkan lokasi karantina bagi para pendatang. Yakni PSPA Bima Sakti Kota Batu.
Sesuai dengan aturan dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB), maka mereka yang baru tiba di Kota Batu akan dicek kesehatannya dan diisolasi sementara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pendatang dalam kondisi sehat dan tak terpapar virus corona.
"Ini merupakan upaya kami untuk membantu isolasi mandiri. Untuk sementara mereka belum boleh berinterkasi dengan keluarga. Maka dari itu, ini kami fasilitasi," tambahnya.
3. Kesulitan dapatkan APD

Selain itu, Pemkot Batu saat ini kesulitan mendapatkan alat pelindung diri (APD). Pemkot memang sudah memesan 600 set APD, 1.000 masker, dan 5.000 alat rapid test. Namun, hingga kini pesanan tersebut masih belum datang.
"Uangnya ada tapi barangnya terbatas. Tetapi memang sekarang semua kelengkapan tersebut sudah dalam pesanan," sambung Chori.
4. Pastikan Batu punya cukup tenaga medis

Sejauh ini Kota Batu baru ada satu rumah sakit rujukan yakni Karsa Husada. Setidaknya ada 15 ruang isolasi yang tersedia untuk merawat pasien COVID-19. Soal tenaga medis, Chori memastikan tidak ada masalah dan jumlahnya cukup.
"Ada 12 tenaga medis pinere, 30 paramedis. Lalu ada tiga spesialis paru," tandasnya.



















