Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelabuhan Probolinggo Dibidik Jadi Gerbang Logistik Jawa-Nusa Tenggara
ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)
  • Pemprov Jatim menyiapkan Pelabuhan Probolinggo sebagai simpul logistik penghubung Jawa dengan NTB dan NTT melalui rute kapal Ro-Ro untuk truk serta penumpang.
  • Rute langsung ini ditujukan memangkas jarak, biaya angkutan darat, dan antrean pelabuhan bagi pelaku usaha dari Pasuruan, Probolinggo, hingga Malang Raya.
  • Fasilitas pelabuhan dinilai memadai tanpa ekspansi dermaga, tetapi keberlanjutan rute bergantung pada ketersediaan pasar dan muatan; realisasi ditargetkan semester kedua tahun ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (3/9/2026)

Dishub Jatim menyatakan Pelabuhan Probolinggo lebih dekat ke NTB dan NTT dibanding Surabaya, sehingga berpotensi menekan biaya logistik.

Saat ini

Dishub Jatim mematangkan pembukaan rute Probolinggo–Nusa Tenggara bersama PT ASDP, termasuk skema kapal Ro-Ro dan pembahasan MoU.

semester kedua tahun ini

Pemprov Jatim menargetkan rute pelayaran Ro-Ro dari Probolinggo ke NTB dan NTT dapat direalisasikan.

tahun ini dan tahun depan

Tidak ada alokasi anggaran pengembangan dermaga. Pemerintah berfokus mengoptimalkan kapasitas Pelabuhan Probolinggo yang ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Timur menyiapkan rute pelayaran Ro-Ro baru dari Pelabuhan Probolinggo menuju NTB dan NTT untuk mengangkut truk barang serta penumpang.
  • Who?
    Dinas Perhubungan Jawa Timur, PT ASDP Indonesia Ferry, BUMD pengelola pelabuhan, serta pelaku industri dan pemilik barang di Jawa Timur bagian timur terlibat dalam persiapan rute.
  • Where?
    Rute direncanakan berangkat dari Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur, menuju kawasan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Persiapan dan pembahasan MoU masih berlangsung. Pemprov Jawa Timur menargetkan rute Ro-Ro dapat direalisasikan pada semester kedua 2026.
  • Why?
    Rute disiapkan untuk memangkas jarak distribusi, biaya angkutan darat, dan antrean pelabuhan bagi usaha dari Pasuruan, Probolinggo, hingga Malang Raya.
  • How?
    Dishub Jatim berkoordinasi dengan ASDP, membahas MoU, mengoptimalkan gudang, dermaga, dan akses jalan yang ada, serta mendorong pencarian pengguna jasa agar muatan kapal mencukupi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Timur mau membuat kapal baru dari Pelabuhan Probolinggo ke NTB dan NTT. Kapal ini bisa membawa truk barang dan penumpang. Jalan dari Probolinggo lebih dekat daripada dari Surabaya. Sekarang mereka masih bicara dengan ASDP dan mencari banyak barang supaya kapal bisa terus jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengembangan Pelabuhan Probolinggo menunjukkan upaya memanfaatkan aset yang telah tersedia secara lebih efektif. Letaknya yang dekat dengan kawasan industri Jawa Timur bagian timur, didukung gudang, dermaga luas, akses JLU, dan kepadatan rendah, memberi dasar praktis bagi rute Ro-Ro langsung yang berpotensi memangkas perjalanan darat serta biaya distribusi menuju Nusa Tenggara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mulai menggeser orientasi pengembangan Pelabuhan Probolinggo. Pelabuhan yang selama ini lebih banyak melayani kebutuhan arus barang lokal tersebut dibidik menjadi simpul logistik strategis yang menghubungkan Jawa dengan kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, Dinas Perhubungan Jatim tengah mematangkan pembukaan rute pelayaran baru dari Probolinggo menuju kawasan Nusa Tenggara. Untuk merealisasikan jalur tersebut, Dishub Jatim intensif berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), termasuk menyiapkan skema angkutan menggunakan kapal roll-on roll-off (Ro-Ro).

Rute tersebut diharapkan dapat membuka jalur distribusi yang lebih efisien bagi kendaraan angkutan barang, terutama truk, sekaligus mengangkut penumpang secara langsung dari Probolinggo menuju NTB dan NTT.

Kepala Bidang Pelayaran Dishub Jatim Luhur Prihadi mengatakan, Pelabuhan Probolinggo memiliki keunggulan geografis karena berada lebih dekat dengan kawasan industri dan sentra produksi di Jawa Timur bagian timur dibandingkan pelabuhan utama di Surabaya.

“Kalau lewat Surabaya, pelaku usaha harus menghitung biaya angkutan darat yang lebih jauh dan antrean pelabuhan. Jika lewat Probolinggo, jarak tempuh ke NTB dan NTT jauh lebih dekat. Biaya logistik otomatis bisa ditekan,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Luhur menyampaikan, potensi tersebut terutama dapat dimanfaatkan pelaku usaha dari kawasan Pasuruan, Probolinggo hingga Malang Raya. Dengan tersedianya jalur langsung dari Probolinggo ke Nusa Tenggara, barang tidak harus terlebih dahulu bergerak menuju Surabaya untuk kemudian dikirim melalui jalur laut.

“Posisi Pelabuhan Probolinggo sangat presisi untuk memangkas rantai distribusi barang,” katanya.

Saat ini, proses pematangan kerja sama antarpihak masih berlangsung, termasuk pembahasan Nota Kesepahaman (MoU). Pemprov Jatim menargetkan rute pelayaran Ro-Ro tersebut dapat direalisasikan pada semester kedua tahun ini.

Dari sisi infrastruktur, Dishub Jatim menilai Pelabuhan Probolinggo sudah memiliki modal yang cukup untuk melayani pengembangan arus logistik. Fasilitas yang tersedia antara lain gudang logistik, area dermaga yang relatif luas, serta akses jalan menuju pelabuhan yang ditunjang Jalan Lingkar Utara (JLU) Probolinggo.

Yang menjadi modal penting lainnya adalah tingkat kepadatan operasional pelabuhan yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat Pelabuhan Probolinggo dinilai memiliki ruang cukup besar untuk meningkatkan volume bongkar muat tanpa harus melakukan ekspansi fisik dalam waktu dekat. “Dari segi kesiapan fasilitas, kami menjamin infrastruktur pendukung di Pelabuhan Probolinggo saat ini sudah sangat mumpuni dalam memfasilitasi lalu lintas kapal maupun lalu lintas muatan berkapasitas besar,” kata Luhur.

Ia menegaskan, pemerintah tidak sedang mengejar pembangunan fisik dermaga baru. Sebab, belum terdapat alokasi anggaran pengembangan dermaga pada tahun ini maupun tahun depan.

“Tahun ini dan tahun depan memang tidak ada alokasi anggaran pengembangan dermaga. Jadi kita tidak mengejar fisik baru, melainkan bagaimana kapasitas yang sangat longgar ini dioptimalkan penuh,” jelasnya.

Tantangan utama pengembangan rute baru bukan semata kesiapan infrastruktur, melainkan memastikan tersedia pasar dan muatan yang cukup agar kapal dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Dishub Jatim mendorong BUMD pengelola pelabuhan lebih agresif menjaring calon pengguna jasa, khususnya pelaku industri dan pemilik barang di wilayah Jawa Timur bagian timur. Strategi tersebut penting untuk menjaga tingkat keterisian muatan atau load factor sehingga rute Probolinggo–Nusa Tenggara tidak hanya berhenti sebagai jalur alternatif, tetapi mampu berkembang menjadi koridor logistik baru.

Editorial Team

Related Article

Seompreng MBG, 592 Pasien02 Sep 2026, 22:44 WIB