Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pandemi Corona, Warga Tulungagung Gelar Tradisi Megengan Secara Online
Tradisi megengan jelang Ramadhan di Tulungagung digelar secara online, IDN Times/ istimewa

Tulungagung, IDN Times - Adanya anjuran untuk melakukan physical distancing selama masa pandemi corona, tak lantas menyurutkan semangat warga kompleks Perumahan Puri Jepun Permai II, Kecamatan Tulungagung untuk menggelar tradisi megengan. Memanfaatkan teknologi, mereka menggelar tradisi tahunan tersebut secara online. Warga tidak berkumpul di masjid dan cukup mengamini doa yang dibacakan dari rumah dengan teleconference.

1. Warga mengikuti ceramah dan doa dari rumah

Tradisi megengan jelang Ramadhan di Tulungagung digelar secara online, IDN Times/ istimewa

Ketua RT setempat, Suwarno Harso Diyoso mengatakan, megengan daring dilaksanakan sesuai kesepakatan warga untuk menjalankan tradisi menjelang Ramadan. Warga tetap menjaga higienitas dan mencegah risiko penularan wabah corona di lingkungan mereka.

Sebelumnya, mereka mengumpulkan nasi kotak dari tiap warga dan dibawa ke masjid. Setelah itu, proses doa serta ceramah dilakukan secara daring. Warga cukup menyimak dan mengamini doa dari rumah.

"Nasi kemudian kami bagikan ke warga dan tetangga," ujar Suwarno, Minggu malam (19/4).

2. Tradisi yang rutin digelar jelang bulan Ramadan

Tradisi megengan jelang Ramadhan di Tulungagung digelar secara online, IDN Times/ istimewa

Salah satu tokoh agama di kompleks perumahan tersebut, Ustaz Syauqi menjelaskan, tradisi megengan dimaknai sebagai nilai kearifan lokal masyarakat Jawa yang menganut Islam. Megengan diambil dari bahasa Jawa "megeng" yang artinya menahan.

" Tradisi ini merupakan ciptaan para ulama (di) Jawa dulu, sebagai bentuk akulturasi dan asimilasi budaya Jawa dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Budaya Jawa merupakan nilai-nilai yang diserap sisi positifnya, yaitu dalam bentuk kegiatan berkumpul bersama dalam menjaga kerukunan, kerja sama, komunikasi terjalin baik. Itu yang sekarang terus kita lestarikan," jelasnya.

3. Pertama kali dilakukan online, tak mengurangi kekhusyukan

Tradisi megengan jelang Ramadhan di Tulungagung digelar secara online, IDN Times/ istimewa

Terobosan penyelenggaraan secara online ini dilakukan agar tradisi keagamaan, jalinan ukhuwah, dan syiar keagamaan dari pemuka agama bisa tetap terlaksanakan. Meskipun baru pertama kali digelar secara daring, namun hal tersebut dinilai tidak mengurangi kekhusyukan dalam menjalankan tradisi ini.

"Tradisinya terjaga lestari, ibadah dan doa bersama dengan kelompok jemaah maupun lingkungan tetap terlaksana," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article