Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pakai Produk Prancis Diancam Dibakar, Bupati Pamekasan Panggil Kades

Kab. Pamekasan
Pakai Produk Prancis Diancam Dibakar, Bupati Pamekasan Panggil Kades
Surat larangan gunakan produk Prancis di Desa Panaguan, Pamekasan. Dok. Istimewa.
Share Article

Pamekasan, IDN Times - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam angkat bicara ihwal adanya surat edaran yang diterbitkan Kepala Desa (Kades) Panaguan, Kecamatan Proppo. Edaran itu menjadi viral karena berisi ajakan supaya tidak menggunakan atau konsumsi produk-produk dari Prancis. Pemantiknya ialah polemik karikatur nabi baru-baru ini.

  1. 1. Bupati sebut aturan di poin tiga salahi hukum

    Surat larangan gunakan produk Prancis di Desa Panaguan, Pamekasan. Dok. Istimewa.
    Surat larangan gunakan produk Prancis di Desa Panaguan, Pamekasan. Dok. Istimewa.

    Dalam surat edaran yang ditandatangani Kades Panaguan, Daud Samsidin ada tiga poin. Pertama ajakan mengosongkan toko dan warung dari produk Prancis. Kedua, warga desa dilarang mengonsumsi produk Prancis dan ketiga apabila melanggar kesepakatan akan diberikan teguran hingga dibakar.

    "Ya itu kalau dari sudut pandang hukum ya nggak benar ya. Di poin tiga itu, lho (soal dibakar)," ujar Baddrut, Selasa (3/11/2020).

  2. 2. Berencana panggil kades

    Aksi protes Ormas Islam di Kota Surabaya terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Senin (2/11/2020). IDN Times/Dok istimewa
    Aksi protes Ormas Islam di Kota Surabaya terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Senin (2/11/2020). IDN Times/Dok istimewa

    Agar aturan pemdes itu tidak menjadi bola liar, Baddrut berencana memanggil Kades. Dia ingin mendengarkan langsung penjelasannya terlebih dahulu mengenai surat edaran yang sudah tersebar viral. "Kami akan koordinasi. Saya tanya-tanya dulu ke Pak Kadesnya," kata dia.

  3. 3. Tanyakan kevalidan surat dan minta penjelasan rinci

    Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja'e. (Istimewa)
    Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja'e. (Istimewa)

    Lebih lanjut, Baddrut belum dapat memastikan kevalidan surat tersebut. Dia meminta waktu agar Pemkab Pamekasan berkoordinasi dulu dengan pemdes setempat. Yang jelas, pada surat itu tertera kop surat desa.

    "Itu kop surat desa itu. Ini saya tanya dulu, saya panggil dulu kadesnya biar jelas gimana duduk persoalannya. Saya tanya dulu gimana persoalannya biar jelas," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More