Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paduan Suara UK Petra Borong Medali di Kompetisi Malaysia 2026
Paduan suara UK Petra saat kompetisi di Malaysia. (Dok. UK Petra)
  • PCU Choir UK Petra meraih Gold Medal di Malaysian Choral Eisteddfod 2026, dengan juara 1 Mixed Youth Choir, juara 2 Folklore, dan juara 3 Equal Female Choir.
  • Tim mencatat nilai rata-rata 88, melampaui syarat Gold Medal 80, setelah bersaing dengan paduan suara dari berbagai negara, termasuk Rusia, Tiongkok, Filipina, dan Malaysia.
  • Sebanyak 39 penyanyi dan dua conductor menjalani latihan intensif enam bulan untuk membawakan tujuh lagu, menghadapi tantangan akustik ruang dan jarak juri sekitar dua meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Membawa nama Indonesia, paduan suara Universitas Kristen Petra, Petra Christian University (PCU) Choir memborong Gold Medal di tiga kategori sekaligus dalam Malaysian Choral Eisteddfod 2026. Dalam kompetisi internasional yang digelar pada 19-23 Agustus 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, itu, PCU Choir berhasil menyabet Juara 1 kategori Mixed Youth Choir, Juara 2 kategori Folklore, dan Juara 3 kategori Equal Female Choir.

PCU Choir sendiri merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus tim unggulan UK Petra yang berisikan mahasiswa-mahasiswa bertalenta di bidang tarik suara. Raihan ini makin istimewa lantaran PCU Choir berhasil mengantongi nilai rata-rata tinggi sebesar 88, melampaui ambang batas nilai 80 yang menjadi syarat mutlak untuk memperoleh predikat Gold Medal.

Prestasi ini diukir usai menyisihkan kompetitor tangguh dari beberapa negara seperti Rusia, Kosovo, Tiongkok, Hong Kong, Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, dan tim Indonesia lainnya.

Pelatih PCU Choir sekaligus Project Captain dalam PCU Choir, Onny Prihantono, mengatakan persaingan yang dihadapi tidaklah mudah, karena para kompetitor memiliki kualitas dan pengalaman kompetisi yang jauh lebih tinggi. Tak hanya itu, salah satu tantangan yang dihadapi adalah jarak arena yang begitu dekat membuat setiap detail harmoni hingga celah kesalahan sekecil apa pun dapat terdeteksi dengan amat jelas oleh para dewan juri.

“Jarak antara penyanyi dan juri hanya sekitar dua meter, ditambah akustik ruangan yang sangat kering. Setiap desah napas dan detail vokal benar-benar diuji. Namun Puji Tuhan, kerja keras anak-anak mampu menghadirkan perpaduan suara yang rapi, jernih, dan sangat ekspresif,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Onny menceritakan, di balik kemenangan ini ada proses latihan intensif selama enam bulan yang mencakup pembentukan dan pembenahan teknik vokal, penguasaan, dan interpretasi lagu. Sebanyak 39 penyanyi dan dua conductor mempersiapkan tujuh lagu yang dibawakan dalam kompetisi.

“Awalnya kami latihan dua sampai tiga kali seminggu selama tiga hingga empat jam, kemudian ditingkatkan menjadi lima kali seminggu dengan durasi lima hingga delapan jam sehari saat libur semester,” tambah Onny.

Tantangan nyata terasa saat harus menyulap penyanyi pemula menjadi tim berkelas internasional dalam waktu yang sangat singkat. Persiapan maraton ini juga tak lepas dari peran panitia serta dukungan penuh para orang tua mahasiswa yang aktif menggalang sponsor.

Sebelum berangkat, PCU Choir sempat menggelar Pre-Competition Concert untuk menguji kesiapan pentas sekaligus memohon dukungan publik. Momen pengumuman pemenang pun menjadi puncak emosional bagi seluruh anggota tim yang hadir di Malaysia.

“Saat awarding night, euforia nya luar biasa. Kami tidak hanya menangis haru atas kemenangan tim sendiri, tetapi juga bersorak bangga untuk tim Indonesia lainnya khususnya tim adik kami, Petra Children Choir, yang juga berhasil menjadi juara,” ungkap Aris Sudibyo, S.T., BCM., M.Min., selaku kepala Pusat Pengembangan Musik Gerejawi (PPMG) UK Petra yang menaungi PCU Choir.

Keikutsertaan PCU Choir di Malaysia ini merupakan bagian dari agenda rutin dua tahunan PPMG UK Petra untuk membawa nama Indonesia dan kampus ke panggung dunia, melanjutkan tradisi prestasi yang sebelumnya diraih di Singapura.

Curated For You

Editorial Team

Related Article