Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terjebak di Dalam Toko, Nenek di Lamongan Tewas Terbakar
Satu orang meninggal saat kebakaran di Lamongan. Dok Istimewa

Lamongan, IDN Times - Seorang nenek bernama Sukaya (72) warga Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan tewas terbakar pada Selasa (16/5/2023). Saat kebakaran berlangsung, korban terjebak di dalam toko miliknya yang terbakar. Warga yang mengetahui kejadian itu tidak bisa menolong karena kobaran api semakin membesar.

1. Api diduga berasal dari kompor

Satu orang meninggal saat kebakaran di Lamongan. Dok Istimewa

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiyantoro saat dikonfirmasi mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Dugaan sementara sumber api berasal dari api kompor minyak tanah yang berada di dalam toko. Api itu kemudian menyambar bensin.

"Iya kebakaran terjadi tadi siang, ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Anton.

2. Saksi berusaha menolong tapi api semakin membesar

Satu orang meninggal saat kebakaran di Lamongan. Dok Istimewa

Anton menjelaskan, kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang bernama Agus Suparmanto. Saat itu Agus yang berada di luar rumah melihat ada kebakaran toko. Kemudian Agus berusaha mendekati dan melihat korban meminta tolong. Namun, saksi tidak berani karena api membesar di pintu samping.

"Kemudian saksi ini berteriak meminta tolong dan akhirnya bersama warga membantu memadamkan api di toko milik korban," jelasnya.

3. Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh

Satu orang meninggal saat kebakaran di Lamongan. Dok Istimewa

Kejadian ini kemudian oleh kepala desa setempat dilaporkan ke Polsek Laren. Sementara polisi yang menerima laporan langsung mendatangi TKP dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dari hasil pemeriksaan medis, sekujur tubuh korban mengalami luka bakar. 

"Korban mengalami lumpuh dan memakai alat bantu jalan. Pihak keluarga korban membuat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi dan bahwa kematian korban karena musibah," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article