Surabaya, IDN Times - Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarif menyampaikan duka yang mendalam terhadap meninggalnya korban kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Munawi (44) di RSUD dr Soetomo, Senin (19/10/2026). Munawi selama ini dikenal aktif dalam pemadaman api di Kawasan Wisata Gunung Bromo.
"Pada hari ini, tepat jam 14.55 ya, korban atas nama Munawi meninggal dunia. Kami turut prihatin dan berdukacita dan ini juga menjadi pembelajaran bagi kami semuanya ke depan," ujar Oemar ditemui di Kamar Mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.
Oemar menyebut bahwa Munawi selama ini aktif di TNBTS. Ia adalah anggota Masyarakat Mitra Polhut (MPP). "Jadi informasinya beliau juga bagian dari TNBTS, cukup lama (menjadi relawan)" jelasnya.
Beberapa kali, Munawi aktif turut serta memadamkan api saat kebakaran Bromo terjadi. Selama bertugas, Munawi juga terlihat menggunakan Alat Pengaman Diri (APD) lengkap.
"Tapi memang ada beberapa beliaunya yang menggunakan APD, cuma ini tanggal (mulai) kapan (aktif jadi relawan) belum tahu," sebut dia.
Jenazah Munawi pun telah dibawa dari Kamar Mayat RSUD dr Soetomo menuju ke Probolinggo menggunakan ambulans. Munawi akan di makamkan di Probolinggo.
"Insyaallah mungkin langsung dibawa ke Probolinggo, malam ini juga secepatnya," pungkas dia.
Sebelumnya, Munawi (44), korban karhutla TNBTS, meninggal di RSUD dr Soetomo pada 19 Oktober 2026 setelah mengalami luka bakar 51 persen dan gagal organ multipel.
Kondisinya memburuk di ICU dengan tekanan darah turun dan detak jantung menghilang, resusitasi serta dukungan obat jantung tidak berhasil, sebelum dinyatakan meninggal pukul 14.55.
Kebakaran di TNBTS Probolinggo terjadi pada Kamis (15/10/2026). Kebakaran tersebut membuat petugas dan relawan terjebak api serta asap. Setidaknya total lima orang meninggal, satu korban masih dirawat, sementara penyebabnya diselidiki.
