Surabaya, IDN Times - Jemari Rifki Aris Sandi bergerak lincah di atas layar tablet miliknya. Dengan beberapa ketukan ringan ia membuka salah satu aplikasi penerbangan. Deretan kota dunia berikut nama-nama bandara bermunculan di layar. Ia berhenti sejenak, lalu memilih Beijing, Tiongkok, sekadar contoh katanya. “Ini misalnya, aku mau ke Beijing pakai Singapore Airlines. Kalau tidak pakai KrisFlyer, harga termurah bisa sekitar Rp6 juta,” ujarnya, ditemui di salah satu kafe di Surabaya, Kamis (5/2/2026). Ia lalu membandingkan dengan manfaat program KrisFlyer. Tiket yang sama cukup ditebus 42.000 miles.
Selisihnya terasa signifikan. Alih-alih membayar jutaan rupiah, ia hanya perlu menanggung pajak bandara atau airport tax Rp824 ribu. Bagi Rifki, inilah celah yang kerap luput dari perhatian banyak pelancong: cara terbang jauh dengan biaya yang jauh lebih ringan.
KrisFlyer sendiri adalah program milik Singapore Airlines yang memungkinkan anggotanya mengumpulkan miles dari pembelian tiket penerbangan maupun transaksi dengan mitra seperti kartu kredit, hotel, hingga merchant ritel. Miles itu dapat ditukar menjadi tiket penerbangan (award ticket), upgrade kelas, atau berbagai produk dan layanan lain.
Wajar jika Rifki getol menjelaskan tentang keunggulan KrisFlyer. Ia mengaku sudah merasakan berbagai benefit program ini sejak tahun 2018. Sebagai seorang traveler sekaligus travel guide, Rifki bisa dengan mudah mendapatkan poin dari berbagai transaksi pembelian tiket melalui kartu kredit. Momen menukar poin miles menjadi tiket perjalanan inilah yang selalu ia nantikan, seperti beberapa waktu lalu saat mendapat kesempatan ke Turki.
Bayangkan saja, ongkos terbang ke Turki dengan Singapore Airlines yang lazimnya berkisar Rp9 juta, ia tebus hanya dengan Rp800 ribu. “Itu cuma bayar airport tax saja,” ujar Rifki ringan. Semua biaya tiket ia bayar dengan 60.000 KrisFlyer miles. Saat itu, Rifki seperti mendapat durian runtuh dua kali. Bukan hanya tak perlu merogoh kocek jutaan rupiah, ia juga menikmati potongan 30 persen berkat promo penukaran miles yang tengah berlangsung. Rute Jakarta–Istanbul yang dalam kondisi normal membutuhkan 60.000 miles, terpangkas menjadi 42.000 miles saja.
Bagi Rifki, momen semacam itu tak datang setiap hari. Ia menyebutnya sebagai kejelian membaca peluang. Di situlah, katanya, sensasi berburu miles terasa. ‘’Itu tuh kaya spontan gitu. Ada info di grup komunitas. Katanya ada potongan 30 persen, yaudah aku coba dan akhirnya berhasil,’’ ujarnya.
Selain ke Turki, KrisFlyer juga sudah membawa Rifki ke belahan bumi lain seperti Thailand, Singapura, Malaysia, hingga Belanda. ‘’Ke Bangkok juga kemarin. Kemarin 13.500 miles sekali berangkat, pulang-pergi jadi 27.000. Cuma bayar tax-nya Rp600 ribu. Kalau ke Amsterdam kemarin sekitar 50.000 miles. Padahal kalau beli tiket sendiri sekitar Rp10 jutaan,’’ katanya.
Bagi Rifki, KrisFlyer bukan lagi soal perjalanan antar negara, layanan ini sudah menjadi gaya hidup. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan KrisFlyer. ‘’Jangankan jalan-jalan, KrisFyer aja bisa ditukar Iphone, bahkan nonton konser,’’ ujarnya.
Rifki adalah satu dari jutaan pengguna yang merasakan berbagai manfaat program keanggotaan KrisFlyer. Sejak diluncurkan pada 1999, KrisFlyer bukan hanya sekadar tanda keanggotaan, tapi sudah menjadi program yang berpusat pada gaya hidup. Jumlah peminat layanan ini pun terus bertambah. Hingga Maret 2025, jumlah akun yang terdaftar di KrisFlyer mencapai 10.228.107. Mereka bisa menukarkan miles dengan lebih dari 1.700 mitra brand di seluruh dunia. Tak hanya penerbangan, berbagai layanan mulai kuliner hingga belanja pun bisa menjadi pengalaman unik untuk para pengguna.
Loyalitas para pengguna KrisFlyer ini juga diapresiasi oleh pihak Singapore Airlines. Sebagai imbalannya, Singapore Airlines menjanjikan kepuasan pengguna sebagai yang paling utama. Senior Vice President Marketing Planning Singapore Airlines, Dai Haoyu mengatakan bahwa KrisFlyer sangat menghargai kepercayaan dan loyalitas para anggota.
Dia pun menyambut baik pertumbuhan jumlah pengguna KrisFlyer yang terus menunjukkan tren positif. ‘’Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan manfaat program reward kami, yang kini tidak hanya terbatas pada manfaat penerbangan, tetapi juga memungkinkan anggota untuk mengumpulkan dan menukarkan miles sesuai dengan gaya hidup dan preferensi mereka.”
Salah satu layanan di luar penerbangan yang bisa didapatkan para pengguna KrisFlyer adalah menonton konser. Beberapa penampil dunia pernah menjadi bagian dari kesuksesan kolaborasi Singapore Airlines dengan beberapa mitra. Mereka antara lain, Ed Sheeran hingga Lady Gaga. Terbaru, kata Dai Haoyu para pengguna KrisFlyer bisa sudah dinanti band pop rock asal Amerika Serikat. Mereka akan berkonser pada 2 Maret 2026 mendatang di Singapura.
“KrisFlyer secara konsisten menghadirkan pengalaman menarik dan eksklusif bagi para anggotanya. Kemitraan ini, melalui konser OneRepublic yang sangat dinantikan, mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman tak terlupakan yang lebih dari sekadar perjalanan, dengan menghubungkan para anggota kami dengan hiburan berkelas dunia.”
Dia pun berjanji akan terus memberikan berbagai promo eksklusif sebagai bentuk apresiasi kepada para anggota. ‘’Ke depannya, kami terus mengembangkan lebih banyak reward dan pengalaman menarik, serta berkomitmen untuk semakin meningkatkan nilai keanggotaan KrisFlyer.”
