potret jembatan tol Suramadu (instagram.com/bian.palopi)
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Moh. Syaeful Bahar menyebut, Jatim adalah medan tempur paling menentukan bagi para capres. Terutama bagi capres yang belum kuat basis dukungan di Jatim.
"Dua-duanya, Ganjar maupun Anies belum terbukti punya dukungan di Jatim, maka menjadi rasional jika keduanya melakukan safari politik di Jatim," kata dia.
Kedua, lanjut Bahar, secara realitas Jatim sebagai penentu bagi para capres. Maka tokoh-tokoh yang memiliki elektabilitas bagus di Jatim akan menjadi primadona bagi para capres untuk dipilih sebagai Cawapres.
Ada nama opsi tokoh asli Jatim. Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. "Itu tiga cawapres yang paling populer dan memiliki dukungan kuat di Jatim," tegas Bahar.
"Ketiganya adalah kader terbaik NU. Dan Jatim adalah kantong terbesar suara NU di Indonesia. Ketiganya adalah putra daerah. Akar dukungan ketiganya sangat kuat di Jatim," imbuh dia.
Alasan ketiga, sambung Bahar, adalah jumlah pemilih di Jatim merupakan terbesar ke dua di Indoensia setelah Jawa Barat. Maka mengatakan jatim sebagai salah satu suara penentu adalah sesuatu yang realistis.