Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Malam 1 Suro Jalur Pendakian Gunung Lawu di Magetan Membludak 

Malam 1 Suro Jalur Pendakian Gunung Lawu di Magetan Membludak
Gunung Lawu di Magetan ini dianggap sebagai tempat suci dan keramat bagi orang Jawa. IDN Times/ Riyanto
Share Article

Magetan, IDN Times - Gunung Lawu di Magetan Jawa Timur bagi sebagian besar masyarakat Jawa diyakini sebagai tempat yang suci dan dikeramatkan. Tak heran bila setiap malam 1 Muharam atau 1 Suro selalu ramai didatangi oleh masyarakat.

Seperti hari Selasa (18/07/2023) ini, jumlah pendaki membludak. Pihak Perhutani selaku pengelola memprediksi bakal ada 1000 orang mendaki gunung Lawu via jalur pendakian Cemorosewu di Desa Ngancar Kecamatan Plaosan ini.

1. Pendaki banyak berasal dari luar kota

Suasan pintu masuk jalur pendakian gunung Lawu. IDN Times/ Riyanto
Suasan pintu masuk jalur pendakian gunung Lawu. IDN Times/ Riyanto

Tampak sejak pagi pintu pendakian Cemorosewu ramai didatangi oleh para pendaki dari berbagai daerah. Mereka datang dari luar kota, seperti Solo, Yogyakarta, Ngawi, Bojonegoro Madiun, Ponorogo hingga Surabaya dan Jakarta. Berdasarkan manifest pos Cemorosewu, hingga petang ini jumlah pendaki mendekati angka seribu.

"Untuk antisipasi hal hal yang tidak diinginkan karena pengunjung membludak, kami telah siapkan pengamanan. Dari personil BPBD, TNI, Polri, unsur relawan AGL, tim kesehatan dari Dinkes dan petugas Perhutani sendiri ya," kata Asper Lawu Ds, Windu Prasitama. 

2. Dilarang buang puntung rokok dan buat api unggun

IDN Times/ Riyanto
IDN Times/ Riyanto

Membludaknya jumlah pendaki pihak Perhutani Lawu DS mengeluarkan sejumlah larangan. Di antaranya dilarang membuang puntung rokok sembarangan dan membuat api unggun.

"Musim kemarau banyak semak belukar kering. Bila membuang puntung rokok sembarangan bisa berpotensi terjadinya kebakaran. Begitu juga dengan api unggun, untuk itu kami larang," tegas Windu.

3. Suhu udara di puncak Lawu mencapai 6° celsius

IDN Times/ Riyanto
IDN Times/ Riyanto

Untuk antisipasi serangan hipotermia pendaki juga diwajibkan membawa obat obatan, selimut dan tenda. Tidak disarankan juga melakukan solo hiking atau mendaki sendirian. Bila sendirian pendaki disarankan untuk bergabung dengan kelompok lain.

"Cuaca sangat dingin, 6 hingga 5 derajat celsius ya, kemudian angin bertiup cukup kencang. Hipotermia bisa saja menyerang sewaktu waktu. Kami wajibkan pendaki untuk membawa peralatan obat obatan, selimut dan tenda. Apabila kurang enak badan atau sakit baiknya segera melapor kepada petugas yang jaga di setiap pos," pintanya.


Terakhir ditanya soal pendaki ritual pihaknya mengaku tidak tahu persis seperti apa. Karena tidak bisa dideteksi, sama seperti pendaki biasa. Selain itu tidak ada larangan siapa pun untuk mendaki. "Pesan kami saat di gunung Lawu jaga kesopanan saja Insallah selamat," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

KontraS: Mahasiswa hingga Penjual Kopi Ditangkap Saat Aksi di Surabaya

27 Jun 2026, 10:48 WIBNews