Surabaya, IDN Times - Sejumlah lansia di Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Griya Wreda Surabaya mengikuti lomba peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-79, Rabu (14/8/2024) pagi. Lomba tersebut membuat para lansia bahagia karena mengenang masa muda.
Suharjono (73) misalnya, ia merasa bahagia ketika mengikuti kegiatan lomba. Pasalnya, tak banyak kegiatan yang dia lakukan selama tinggal di panti.
"Setiap tahun selalu saya ikut, lomba apa saja saya ikut yanh penting ada kegiatan." ujarnya saat berada di UPTD Griya Wreda.
Suharjono mengikuti berbagai kegiatan lomba-lomba yang digelar UPTD. Mulai dari lomba cantol topi, makan kerupuk, kempit balon hingga lomba balon berpasangan.
Kegiatan lomba 17-an membuatnya mengenang masa-masa ia masih muda. Ia pun bahagia karena masih bisa merayakan kemerdekaan Indonesia hingga yang ke-79.
"Saya merasa bangga, pada tahun sekarang ini 2024 ini kemerdekaan Indonesia sudah 79 tahun kami masih bisa menikmati (perayaan hari kemerdekaan) dalam kehidupan," ujar Suharjono.
Suharjo yang hidup sejak masa presiden pertama, Ir Soekarno hingga presiden ke-7 , Joko "Jokowi" Widodo merasa, bangsa Indonesia semakin maju setiap tahunnya. Ia berharap agar bangsa ini terus maju.
"Saya agak haru melihat bangsa kita semakin pandai, pendidikannya pun meningkat, harapannya terus Indonesia maju," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Hilda Fairuz Rochmi mengatakan, kegiatan lomba digelar juga untuk mengingatkan kembali para lansia, bahwa mereka pernah mengikuti hal yang sama saat masa muda.
"Kenapa diadakan ini, agar selain menyemarakan hari kemerdekaan juga mengingatkan kembali eyang-eyang itu bahwa mereka pernah melakukan ini, makanya tadi sampai ada yang enangis," ujarnya.
Lomba 17 Agustus merupakan kegiatan yang bisa membahagiakan mereka. Pasalnya, saat tak ada perayaan lomba 17 Agustus, kegiatan para lansia sebatas hanya senam pagi, cek kesehatan dan istirahat.
"Sebenarnya setiap hari ada senam dan minggu kedua ada jalan-jalan, tapi kegiatan lomba 17 Agustus ini berbeda dan penting bagi mereka untuk menyemarakkan hari kemerdekaan dan juga kegiatan yang lain dari biasanya," kata dia.
Dia menambahkan, mayoritas lansia yang tinggal di UPTD Griya Wreda adalah orang terlantar. Bahkan, beberapa dari mereka, berasal dari keluarga miskin yang tidak lagi mampu merawat.
“Mereka yang tinggal di sini mayoritas adalah lansia yang terlantar. Meskipun memiliki keluarga, mereka berasal dari keluarga miskin yang tidak mampu untuk merawat mereka.” pungkasnya.
Setidaknya ada sebanyak 173 lansia yang tinggal di Griya Wreda Surabaya. 40 di antaranya sudah tidak dapat beraktivitas seperti biasa dan memerlukan bantuan.
