Korban Video Syur di Tulungagung Mengundurkan Diri dari Sekolah

Tulungagung, IDN Times - Korban video syur di Tulungagung mengundurkan diri dari sekolah. Pihak keluarga mengirimkan surat pengunduran diri ke sekolah dengan alasan tertentu.
Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sendiri memberikan pendampingan dan meminta korban untuk terus melanjutkan sekolahnya. Mereka juga mengirim tim untuk melakukan pendekatan terhadap keluarga korban.
1. Disdik Jatim turun tangan
.jpg)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aris Agung Paewai saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memberikan atensi terhadap kasus ini. Mereka telah mendatangi pihak keluarga korban dan menanyakan perihal surat pengunduran diri dari sekolah.
"Kasus tersebut sudah ditangani oleh Disdik Jatim melalui Cabang Disdik di Tulungagung. Kami bersama kepala sekolah mendatangi orang tua dan korban, karena telah membuat surat pengunduran diri," ujarnya, Sabtu (27/01/2024).
2. Siapkan program khusus agar korban bisa tetap sekolah
.jpg)
Surat pengunduran dari sekolah tersebut dilayangkan oleh orang tua korban, dengan alasan tertentu. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim akan melakukan pendekatan agar korban bisa tetap bersekolah. "Kami akan melakukan pendekatan, agar anak ini tetap bersekolah dengan program khusus yang kami lakukan. Agar anak ini tidak putus sekolah," jelasnya.
3. Minta guru BK berperan di sekolah
.jpg)
Aries menjelaskan, mereka juga akan menggandeng Komisi Perlindungan Anak (KPA) agar dapat mengurangi beban psikologis yang dialami korban. Sehingga trauma yang dialami korban tidak berkepanjangan. "Kami ingin guru bimbingan konseling lebih berperan penting dalam pengawasan siswa. Khususnya, melihat perkembangan siswa selama di sekolah, agar siswa terhindar dari hal-hal seperti ini," pungkasnya.
Sebelumnya, media sosial digegerkan dengan tersebarnya puluhan video asusila yang diduga berasal dari seorang pelajar di Tulungagung. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dalam kasus ini.
















