Ambulans Nurul Hayat di depan kamar jenazah RSUD Jombang. IDN Times/zainul arifin
Teguh menceritakan, ia membawa jenazah berinisial RY (43) dari Surabaya menuju ke Kelurahan Kaliwungu, Jombang. Sedianya, jenazah tersebut dimakamkan Selasa malam itu juga. Namun, rencana itu gagal. Pihak kelurahan menganggap ada surat yang tidak lengkap.
"Saya datang di Kaliwungu (Jombang). Saya turun di rumah duka, langsung aparat desa (kelurahan) itu sudah ada yang datang bahwasanya jangan diturunkan dulu jenazah," ujar Teguh.
Dia kemudian diminta ke kelurahan. Saat berada di kelurahan, Teguh mengaku ditanya masalah surat, warga takut bahwa jenazah yang ia antarkan itu meninggal karena terjangkit COVID-19.
"Emang saat ini kan banyak kasus COVID-19. Takutnya kan ada penyakit yang menular atau apa, saya cuma ditanyaain surat pengantarnya," imbuhnya.