Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Khawatir Bawa Jenazah COVID-19, Ambulans Tertahan di RSUD Jombang

Khawatir Bawa Jenazah COVID-19, Ambulans Tertahan di RSUD Jombang
Ambulans Nurul Hayat di halaman kamar jenazah RSUD Jombang. IDN Times/zainul arifin
Share Article

Jombang, IDN Times - Sebuah mobil ambulas bertuliskan NH (Nurul Hayat) yang membawa jenazah warga Jombang terparkir di depan kamar jenazah Pavilium Kenangan RSUD Kabupaten Jombang. Ambulans bernopol L 1714 KC itu parkir sejak Selasa (7/4) pukul 21.30 WIB hingga sekarang, Rabu petang (8/4).

"Saya di sini mulai jam setengah sepuluh malam (kemarin)," kata sopir ambulans M Teguh Santoso.

1. Ambulans membawa jenazah dari Surabaya menuju ke Jombang

Ambulans Nurul Hayat di depan kamar jenazah RSUD Jombang. IDN Times/zainul arifin
Ambulans Nurul Hayat di depan kamar jenazah RSUD Jombang. IDN Times/zainul arifin

Teguh menceritakan, ia membawa jenazah berinisial RY (43) dari Surabaya menuju ke Kelurahan Kaliwungu, Jombang. Sedianya, jenazah tersebut dimakamkan Selasa malam itu juga. Namun, rencana itu gagal. Pihak kelurahan menganggap ada surat yang tidak lengkap.

"Saya datang di Kaliwungu (Jombang). Saya turun di rumah duka, langsung aparat desa (kelurahan) itu sudah ada yang datang bahwasanya jangan diturunkan dulu jenazah," ujar Teguh.

Dia kemudian diminta ke kelurahan. Saat berada di kelurahan, Teguh mengaku ditanya masalah surat, warga takut bahwa jenazah yang ia antarkan itu meninggal karena terjangkit COVID-19.

"Emang saat ini kan banyak kasus COVID-19. Takutnya kan ada penyakit yang menular atau apa, saya cuma ditanyaain surat pengantarnya," imbuhnya.

2. Mobil ambulans disemprot cairan disinfektan

RSUD Jombang tempat merawat pasien Covid-19. IDN Times/Zainul Arifin
RSUD Jombang tempat merawat pasien Covid-19. IDN Times/Zainul Arifin

Saat berada di Kelurahan Kaliwungu dan ditanya, Teguh menjawab ada surat-suratnya. Tetapi, yang membawa adalah keluarganya yang sedang dalam perjalanan menuju ke Jombang.

"Oh (surat) ada yang membawa keluarganya, masih otw ke sini," kata Teguh mengulangi ucapannya kepada pihak kelurahan.

Setelah itu, ambulans yang dibawa Teguh disemprot disinfektas. Keluarga RY lantas diminta meminta visum ke rumah sakit terdekat.

"Kalau ditolaknya itu enggak, mereka itu ketakutan. Makanya sampai mobilnya disemprot, saya bertiga juga mau disemprot juga. Saya bilang di Surabaya sudah gitu," sambungnya.

3. RY meninggal dengan diagnosis sesak napas

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Teguh menyampaikan, sesuai riwayatnya yang ia dengar, RY meninggal karena jantung. Dia sempat mengalami gejala sesak napas lalu tak lebih dari satu jam berselang meninggal dunia.

Kerabat jenazah, Budi mengatakan, RY meninggal setelah menjalani perawatan di RS Muji Rahayu Surabaya. Sehari-hari RY bekerja sebagai sopir truk kontainer. Oleh keluarga, jenazah hendak dimakamkan di Kelurahan Kaliwungu.

“Kalau diagnosis RS Muji Rahayu meninggalnya karena DOA (Dead on Arrival). Gejalanya sesak napas. Begitu mengalami gejala tersebut kemudian meninggal,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dida Tenola
Zainul Arifin
Dida Tenola
EditorDida Tenola

Latest News Jawa Timur

See More

13 Demonstran #IndonesiaSekarat Dibebaskan, Tapi Wajib Lapor

28 Jun 2026, 20:32 WIBNews