Aksi Kamisan Tragedi Kanjuruhan yang menolak renovasi Stadion Kanjuruhan. (Instagram/@ase87revolt)
Sunari, ayah dari korban meninggal Tragedi Kanjuruhan atas nama Mayang Agustin menyampaikan jika ia tidak keberatan kalau Stadion Kanjuruhan direnovasi. Tapi ia menuntut agar kasus Tragedi Kanjuruhan diselesaikan hingga tuntas sebelum direnovasi dilakukan.
"Intinya keluarga korban tidak menolak tentang renovasi stadion, namun tuntaskan dulu masalahnya. Kedua, keadilan harus ditegakkan dengan seadil-adilnya," terang pria asal Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ini.
Ia merasa jika selama ini penanganan kasus Tragedi Kanjuruhan tidak pernah serius dilakukan. Sehingga 9 bulan Tragedi Kanjuruhan berlalu, nasib mereka juga tidak jelas ujungnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Rizal Putra Pratama asal Tumpang, ia kehilangan ayah dan adik saat Tragedi Kanjuruhan. Ia tegas menolak renovasi Tragedi Kanjuruhan sebelum pengusutan Tragedi Kanjuruhan dilakukan secata tuntas.
"Saya kehilangan ayah dan dua adik saya. Kehilangan tulang punggung keluarga, kehilangan adik saya yang berumur 14 dan 11 tahun. Saya ingin mencari keadilan, saya hanya rakyat biasa yang ingin mencari keadilan," tegasnya.