Surabaya, IDN Times - Kebakaran terjadi di sebuah rumah Jalan Petemon Tengah nomor 50, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Senin (22/6/2026) pukul 14.00 WIB. Satu orang balita berusia empat tahun tewas terjebak kepulan asap.
Tetangga korban, Rijal mengatakan, awalnya ia melihat api berasal dari lantai dua sisi sebelah kanan. Ia tak tahu pasti, tempat tersebut ruangan apa.
"Gak tahu korset, gak tahu apa saya lihat api dari situ udah besar," ujarnya. Kemudian api menjalar ke berbagai sisi rumah.
Di tengah kepulan asap itu, ada seorang anak laki-laki berusia 11 tahun keluar dari jendela lantai dua. Anak tersebut berusaha menyematkan diri dengan melompat dari jendela.
"Dia mecahin kaca, lompat, di bawah sudah banyak orang, ditampani warga tapi gak kenal, jadi langsung jatuh ke tanah," sebutnya.
Anak bernama AH itu sempat mengatakan kepada warga bahwa ada adik perempuannya di dalam rumah. Ia juga meminta tolong agar warga menyematkan sang adik yang masih berusia 4 tahun itu.
"Iya, minta tolong buat diselamatin (adiknya) cuman enggak ada yang bisa," ungkapnya.
Dikarenakan tak ada warga yang mampu menolong, sang adik berinisial KKS itu tewas terjebak. "Kalau dari foto polisi, gak ada luka bakar, diduga (meninggal) karena asap," ucapnya.
Rijal menuturkan, selain dihuni kakak beradik, rumah tersebut juga dihuni oleh nenek dan ayah korban. Saat kejadian, nenek korban berhasil keluar rumah sebelum api membesar. Sementara sang sayah sedang ada pekerjaan di luar kota.
Selama ini korban diasuh nenek dan ayahnya, sementara sang ibu sudah berpisah dengan korban. "Tapi ibunya masih sering main ke sini, terakhir ketemu ibunya kemarin malam" ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini mengatakan, pihaknya menerjunkan 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu 2 jam berjibaku memadamkan kobaran api hingga benar-benar kondusif.
"Api pokok padam sekitar pukul 14.30 WIB, pembasahan selesai pukul 16.15 WIB," jelas dia.
Rini belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran ini. Terapi, kerugian materil akibat kebakaran ini diduga mencapai jutaan rupiah.
